Fakta Unik di Kabupaten Batu Bara, Parit Tak Berfungsi & Jalan Jadi Saluran Air
DikoNews7 -
Warga dan pengendara mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi di Jalan Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Minggu (18/10/2026).
Meski hanya diguyur hujan sebentar saja, genangan air berlangsung lama.
Genangan air sepanjang sekitar 35 meter ruas jalan tersebut dan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 cm, akibat tersumbatnya saluran air.
Warga yang bermukim di kawasan jalan tersebut mengeluhkan kondisi jalan utama yang hampir selalu tergenang setiap kali hujan turun.
Warga sekitar kepada media mengatakan, genangan air seolah menjadi langganan setiap hujan turun.
"Jalan di kawasan itu tenggelam dalam waktu singkat begitu hujan mengguyur", kata warga.
Lanjut warga, kalau hujan turun, pasti tenggelam jalannya. Sudah sering sekali terjadi, dan sangat mengganggu aktivitas kami, ucap warga.
Kondisi tersebut di sebut warga sudah berlangsung cukup lama dan kerap terjadi saat hujan turun.
Kondisi ini di keluhkan Zul pengendara sepeda motor yang biasa melintas di jalan tersebut.
"Kalau hujan sedikit, pasti jalan tergenang, dan genangannya keringnya cukup lama, " ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara segera memperbaiki kondisi seperti ini, jangan terkesan adanya dugaan pembiaran.
Mengingat genangan air terjadi saat turun hujan terjadi sudah cukup lama, lanjutnya.
Pada hal ruas jalan itu merupakan jalan menuju ke Ujung Kubu, Kecamatan Nibung Hangus.
Ia menambahkan, saat hujan air mengalir di jalan, bukan lagi di parit. Kalau tidak kita peduli maka setiap kita melintas di jalan ini akan rawan kecelakaan.
Warga lainnya juga menuturkan, air yang kerap menggenang di Jalan Bagan Dalam tersebut terjadi sudah cukup lama.
Pantauan media, fakta unik di Kabupaten Batu Bara, parit tempat sampah sedangkan jalan menjadi saluran air ketika hujan turun.
Hal ini terpantau di jalan Bagan Dalam, aneh memang ya tidak memikirkan dampak yang diakibatkan jika parit di tutup, tidak ada pembuangan air ke parit.
Selain genangan air ini tak hanya disebabkan curah hujan, tetapi juga di perparah oleh banyaknya bangunan yang berdiri di atas di sekitar saluran drainase.
Akibatnya, parit tak mampu lagi menampung debit air hujan.
Penanganan yang terjadi tidak hanya menyulitkan pengendara sepeda motor dan mobil, tetapi juga menghambat warga yang beraktivitas terutama di pagi dan petang hari.
Kondisi jalan yang berlobang dan tertutup air kerap memicu kekhawatiran akan potensi kecelakaan.
Reporter : Erwin.
Editor : Diko.
