MWFcLWN8MqpcNWt5NqpdNqB8M6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

Nakes Positif Covid-19, Mantan Ketua DPRD Langkat Minta RSPPB di Lockdown



DN7 | Langkat - Enam (6) tenaga kesehatan (Nakes, red) Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB) Pertamedika, yang berada di Jalan Wahidin no 1. P.Brandan Langkat, terpapar Covid-19 dan positif hingga harus dirujuk dan dirawat di RS yang ada di kota Medan.

Jumlah ini kemungkinan akan bertambah, karena sebagian tenaga medis (Nakes, red) masih menunggu hasil Swab, hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dr Juliana yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Langkat.

Dimana hingga saat ini ada 7 warga P.Brandan positif Covid-19, 6 orang diantaranya tenaga kesehatan RSPPB. Ucap dr Juliana, saat dikonfirmasi Dikonews7.com melalui via seluler. Senin (3/8/20).

Dirinya menambahkan, untuk Nakes lainnya masih menunggu hasil swab, dan dilakukan penanganan ketat isolasi mandiri, sesuai SOP nya dengan Revisi V tentang pedoman kesiap siagaan penanganan dan pencegahan Covid-19."Ketika nanti keluar hasil swebnya, akan kita rujuk ke RS GL Tobing", jelasnya.

Adapun Nakes RSPPB yang positif Covid -19 diantaranya, dokter spesialis penyakit dalam berinisial dr.RDWS,Sp.PD saat ini menjalani perawatan di RS Martha Friska Medan.

Sementara, empat perawat berinisial Y,D,P dan Y sebelum di rujuk ke RS GL Tobing Tanjung Morawa, keempatnya sempat di rawat dan dikarantina secara mandiri di rumah serta komplek perumahan Pertamina RU II P.Brandan dan Komplek perumahan Pertamina P.Susu.

Menyusul seorang petugas administrasi RSPPB berinisial SE, saat ini sudah dirujuk dan dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa, bersamaan dengan NK, seorang supir di Pertamina Gas (Pertagas) P.Brandan.

Dilain pihak, kecaman keras datang dari masyarakat P.Brandan meminta RSPPB untuk menghentikan (lockdown) pelayanannya sementara waktu, mengingat banyaknya Nakes yang positif Covid-19.

"Jika semua sudah sesuai dengan persyaratan dan prosedur kesehatan, kenapa harus dirawat dan dikarantina mandiri di lingkungan masyarakat, tidak di ruang isolasi kesehatan RSPPB, kita minta Dinkes dan Satgas Covid-19 Langkat untuk melockdown RSPPB, hal ini guna menjaga dan mengantisifasi meluasnya penyebaran Covid-19 dimasyarakat", ucap H Syafruddin Basyir salah seorang tokoh masyarakat P.Brandan yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Langkat.

Hal senada juga di ungkap H Syahrum Hakim, tokoh masyarakat P.Brandan, dimana kekhawatiran dirinya akan penyebaran Covid-19 terus bertambah, dimana tenaga kesehatan RSPPB tetap melakukan interasksi dalam melaksanakan tugasnya.

"Tidak tertutup kemungkinan jika RSPPB terus beroperasi, penyebaran Covid-19 akan semakin meluas, tentunya kesehatan masyarakat menjadi taruhan, guna mengantisipasi ini semua. kita minta Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 Langkat untuk mengosongkan alias  Lockdown RSPPB dari segala aktifitas, dan melakukan sterilisasi, dekontaminasi dan uji klinis, termasuk seluruh jajarannya", ungkap H Syahrum Hakim. (Kurnia02)

Editor : Sapta


Share This Article :
Dikonews7
4518356910882902657
close