Header

Bobroknya Kualitas Proyek Drainase, Lurah Sei Bilah Timur Mengaku Sudah Sesuai Bestek

FOTO : Dinding saluran drainase Kel Sei Bilah Timur terlalu tinggi dari permukaan tanah

DikoNews7 -
 
Terkait bobroknya kualitas proyek drainase sepanjang 150 m, dengan lebar 60 cm dan tinggi 70 cm, di lingkungan II Mawar, Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumut.

Lurah Sei Bilah Timur Fridya Chairu,S.Kom saat dikonfirmasi Dikonews7.com di ruang kerjanya, Jum'at (19/03/21) siang, mengaku semua yang dikerjakan sudah sesuai bestek, dan kerusakan yang terjadi diakibatkan faktor alam.

"Semua sesuai bestek, memang ada sedikit kesalahan itupun diakibatkan faktor alam", ucapnya menampik jika ada kesalahan saat pengerjaan.

Namun dari hasil investigasi selama ini dilapangan, terlihat ketinggian (tinggi dalam) yang seharusnya 70 cm tidak sesuai, dibeberapa bagian setelah diukur hanya memiliki ketinggian sekitar 60 cm, dinding samping drainase lebih tinggi dari atas permukaan tanah, ada yang  mencapai 30 cm, bahkan lantai drainase juga terlihat tidak disemen atau di cor.

Tentunya pernyataan Lurah ini tidak sesuai fakta dilapangan, seakan menutupi kesalahan yang terjadi sehingga menjadi bahan pembicaraan bagi masyarakat, jika ada manipulasi penggunaan anggaran dalam proyek ini.

Bahkan saat ditanya kenapa bangunan lama milik PNPM Mandiri, langsung ditimpa bangunan baru (drainase) tanpa di bongkar, dengan lugas Lurah menjawab, bangunan ini mengikuti yang lama, sungguh jawaban yang tidak masuk akal.

Begitu pula dengan lantai yang tidak di cor, Lurah juga menampik jika lantai sudah dicor, jika ada kerusakan ini diakibatkan faktor alam, dan semua sudah diperbaiki, ucap Bu Lurah.

"Saat saya mau membongkar bangunan lama milik PNPM Mandiri, namun saya dilarang oleh pemegang proyek, jadi bangunan PNPM tidak dibongkar dan langsung kami timpa dengan coran semen," ucap seorang pekerja yang namanya tak ingin disebutkan, saat ditemui Dikonews7.com beberapa waktu.

Hingga saat ini, kondisi drainase masih terus menjadi bahan pembicaraan, masyarakat meminta Lurah Sei Bilah Timur sebagai penguasa pengguna anggaran dapat bekerja semaksimal mungkin dalam membangun, dan memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Diketahui sebelumnya, proyek drainase ini telah selesai dikerjakan pada bulan Desember 2020 lalu, dengan anggaran mencapai Rp 96.750.000, - bersumber dari Dana Alokasi Kelurahan (ADK) Sei Bilah Timur TA 2020 yang dikerjakan oleh Ketua LPMK Sei Bilah Timur.

"Aneh jika Bu Lurah bilang ini sesuai bestek, terlalu banyak kesalahan yang terlihat dalam pembangunan drainase ini, kita minta pembangunan drainase ini ditinjau ulang dan segera diperbaiki," ucap M. Muslim (50) salah seorang warga.
 
Reporter : Kurnia02
Editor : Diko

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel