Bupati & Wabup Batu Bara Turut Mengikuti Gerakan Penanaman Sejuta Bibit Pohon


DikoNews7 -

Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati (Wabup) Batu Bara Syafrizal turut mengikuti gerakan penanaman sejuta pohon bersama dengan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Hashim Djojohadikusumo di Komplek Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Tapanuli Utara (Taput), Minggu, (11/01/2026). 

Kegiatan ini di selenggarakan oleh Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira)  yang merupakan salah satu organisasi sayap dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, serta penguatan persatuan bangsa di kalangan umat Kristiani di Indonesia. 

Acara tersebut sesuai dengan Program Gekira yaitu pemberian bibit sekaligus penanaman satu juta bibit pohon yang dibarengi dengan pembagian sembako kepada beberapa kabupaten yang terdampak bencana alam.

Usai melakukan penanaman pohon, Bupati bersama Wabup Batu Bara turut hadir pada dialog kebangsaan bersama tiga Wamen yakni Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Wakil Menteri Kehutanan Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Komplek Kantor Pusat HKBP Tarutung, Taput, dengan tema " Merawat Bumi Menguatkan Solidaritas, Menjaga Masa Depan Bangsa ".

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penanaman pohon, rehabilitasi hutan akan dilaksanakan secara bertahap di lahan seluas 12,7 hektare dengan sistem tumpang sari. 

Metode ini diharapkan mampu menggabungkan kepentingan konservasi hutan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat secara seimbang.

Selain itu, diluncurkan pula Program Ambil Bibit Gratis sebagai langkah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penanaman dan pemulihan hutan. 

Program ini terbuka bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam menjaga dan merawat lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara menyampaikan kepada Wamentan bahwa Kabupaten Batu Bara turut terdampak bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Bencana tersebut mengakibatkan terendamnya lahan pertanian masyarakat, khususnya sektor pertanian pangan dan hortikultura, ucapnya saat berdialog bersama tiga Wamen tersebut. 

Lebih lanjut, Bupati Baharuddin menyebutkan bahwa sekitar 1.500 hektar lahan sawah milik petani terendam banjir. 

Selain itu, sekitar 500 hektar tanaman hortikultura cabai juga mengalami kerusakan akibat dampak bencana alam tersebut.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Bupati Batu Bara menyampaikan harapan agar segera dilakukan koordinasi lintas pihak guna menyalurkan bantuan kepada para petani terdampak. 

"Bantuan yang dibutuhkan terutama berupa bibit pertanian, baik bibit padi maupun bibit hortikultura, agar petani dapat segera kembali beraktivitas dan memulihkan sektor pertanian di Kabupaten Batu Bara, " ungkapnya. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Wakil Ketua Dewan Penasehat Koordinator Pelaksana Nurdin Tampubolon, Ketum PP Gekira Nikson Silalahi, Para Kader Gerindra Sumut, para Bupati wilayah Sumut. 

Kemudian para Forkopimda wilayah Sumut, jajaran Pemerintahan wilayah Sumut, dan 

Jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemlab) Batu Bara.

Sementara itu utusan khusus Presiden RI Prabowo Subianto Bidang Energi dan Iklim yang juga Ketua Dewan Pembina Gekira Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan intensitas dan frekuensi bencana alam, khususnya banjir, yang tidak dapat sepenuhnya di hindari. 

Namun demikian, langkah antisipasi dan penanganan pasca bencana menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak serta memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Dalam upaya menghadapi dampak pasca banjir, diperlukan strategi berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada pemulihan ekosistem. 

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pelaksanaan reboisasi di wilayah terdampak dan daerah aliran sungai, sebutnya. 

"Reboisasi dilakukan dengan sistem tumpang sari, yaitu penanaman tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman produktif, " ujar Hashim. 

Selain tanaman kayu sebagai penyangga lingkungan dan pengendali erosi, juga di tanam tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi. 

Pola ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut Hashim. 

Melalui pendekatan ini, reboisasi tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencegahan bencana di masa mendatang, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, tandasnya.

Reporter : Erwin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel