Jalan Dusun 10 Paya Katib Tak Pernah Diaspal Sejak 1945, Warga Langkat Merasa Dianaktirikan
DikoNews7 -
Tujuh puluh sembilan tahun Indonesia merdeka, namun kemerdekaan itu belum sepenuhnya dirasakan warga Dusun 10 Paya Katib, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Hingga Kamis, 15 Januari 2026, jalan utama dusun tersebut tak pernah tersentuh aspal.
Sepanjang kurang lebih tiga kilometer, Jalan Dusun 10 Paya Katib dipenuhi lubang besar yang digenangi air.
Kondisi itu kerap menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital justru berubah menjadi lintasan berbahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga menyebutkan, pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan pengaspalan jalan ke pemerintah kabupaten. Namun, setiap usulan berakhir tanpa realisasi.
“Dari dulu diusulkan, tapi sampai sekarang nihil,” ujar seorang warga setempat.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses strategis penunjang perekonomian masyarakat Desa Pekubuan.
Jalur ini menjadi penghubung utama hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga yang berpotensi menopang perekonomian Kabupaten Langkat. Namun, potensi itu seolah diabaikan.
Ketika kerusakan jalan semakin parah, warga terpaksa bergerak sendiri. Perbaikan darurat dilakukan menggunakan dana swadaya masyarakat.
Batu, tanah, dan material seadanya menjadi solusi sementara atas minimnya kehadiran negara.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang arah pembangunan desa.
Warga menyoroti aliran Dana Desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah, namun tak berdampak pada pembangunan infrastruktur dasar di Dusun 10 Paya Katib.
“Kami seperti tidak dianggap,” kata warga lainnya.
Masyarakat Dusun 10 Paya Katib kini hanya berharap pemerintah Kabupaten Langkat membuka mata.
Mereka menuntut hak yang sederhana: jalan yang layak, sebagaimana semestinya dinikmati warga negara di negeri yang telah merdeka hampir delapan dekade. (ro)
