Krisis Air Irigasi Hantui Petani, MAPEL Apresiasi Gerak Cepat Bupati Batu Bara Datangkan Alat Berat
DikoNews7 -
Krisis pasokan air irigasi kembali menghantui petani di Kecamatan Air Putih dan Sei Suka, tepatnya saat musim tanam padi mulai bergulir, sejumlah sawah terancam gagal tanam.
Memasuki awal musim tanam, sejumlah petani mengeluhkan tidak adanya pasokan air yang mengalir di saluran irigasi. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kesiapan lahan dan jadwal tanam.
Kalau air tidak segera mengalir, petani bisa rugi besar. Bibit bisa rusak dan jadwal tanam mundur, sehingga memicu keresahan petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Merespon keluhan tersebut, Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian langsung menurunkan alat berat ekscavator milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara ke lokasi bendungan sungai Limpasan Ramania desa Perkotaan, Kecamatan Air Putih, Rabu (28/01/2026).
Dengan mendatangkan alat berat jenis ekscavator guna melakukan pengerukan sepanjang sungai agar air mengalir hingga ke sawah petani.
Respon cepat Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian dalam mengatasi persoalan ini pun mendapat apresiasi luas dari Yayasan Masyarakat Pelestarian Lingkungan (MAPEL) Batu Bara dan masyarakat setempat yang merasakan langsung dampak positif dari normalisasi aliran irigasi tersebut.
Setelah didesak MAPEL Batu Bara beberapa waktu lalu, alhamdulillah gerak cepat Bupati Batu Bara akhirnya mendatangkan satu unit ekscavator untuk melakukan pengerukan bendungan sungai Limpasan Ramania.
Ketua Mapel Batu Bara, Ramadhan Zuhri. S.H mengatakan bahwa kepedulian kepada nasib petani menjadi perhatian Pemkab Batu Bara di bawah kepemimpinan Bupati H. Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati (Wabup) Syafrizal.
Di sisi lain, dinas terkait harus memahami tupoksinya dan langsung turun ke lapangan sehingga dapat memberikan solusi sesuai kebutuhan masyarakat, jangan didesak baru sibuk semua, seperti yang terjadi saat ini, cetusnya.
Sebelumnya, MAPEL Batu Bara turun ke lapangan memantau lokasi terjadinya kekeringan di 12 Desa akibat debit aliran air tidak mengalir dari sungai Limpasan Ramania dan Hulu Sungai Tanjung Sei Manggar yang perlu dilakukan normalisasi.
Sehingga melalui desakan tersebut, Dinas Pertanian Batu Bara langsung bergegas menurunkan alat berat dan melakukan pengerukan sungai agar aliran air tidak terhambat, sehingga kekeringan sawah dapat diatasi, tukas Ramadhan Zuhri.
Reporter : Erwin.
