Isu Kelangkaan Migor, Warga Lebih Memilih Minyak Kita Harga Murah


DikoNews7 -

Isu kelangkaan minyak goreng kemasan Minyak Kita di tingkat pedagang memicu perbedaan antara kondisi lapangan dan keterangan pemerintah. 

Ketersediaan minyak goreng (migor) kemasan Minyak Kita saat ini di pasaran tetap stabil dan pasokan di pastikan normal. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara melalui Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Perindag) telah berkoordinasi dengan instansi terkait khususnya ke Bulog lewat toko-toko mitra Rumah Pangan Kita (RPK) untuk mengantisipasi lonjakan harga migor merek Minyak Kita. 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan, Antoni Ritonga melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dan Kemetrologi, Sahat S. R. Tampubolon menyebutkan, tanggal 27 April telah turun migor sekitar 3,5 ton dengan rincian sekitar 2 ton di Tanjung Tiram dan 1,5 ton di Pasar Tanjung Tiram yang tersebar di empat toko mitra RPK Bulog, seperti toko Alung, toko Zulkifli, toko Sri Ainun dan toko Melati Gultom dan menjual produk Minyak Kita dengan mitra RPK dengan harga Het Rp. 15.700.

Terkait adanya informasi yang katanya kemasan Minyak Kita harga di pasaran tembus harga Rp. 20.000 hingga Rp. 22.000.

Ia berharap kepada masyarakat jangan termakan isu-isu negatif oleh oknum-oknum yang menyebabkan kelangkaan agar semua pihak saling mendukung menciptakan kondisi kondusif, sehingga tidak menyebabkan ketakutan bagi pedagang kita sehingga menyebabkan kelangkaan barang pokok. 

Kita akan melakukan pengawasan dan bekerja sama dengan Satgas Pangan dan Saber harga pangan di Kabupaten Batu Bara, tegas Sahat. 

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara telah bekerja sama dengan Perum Bulog dan bagi grosir / pedagang kecil dapat menjadi mitra RPK Bulog dengan hanya dapat mendaftar di Online Single Submission (OSS) Sistem Perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik dengan kode KBLI 47111 dan 47112 dan syarat administrasi dapat menyusul seperti NPWP, KTP dan toko usaha dan pemerintah siap menjembati dengan Bulog. 

Lebih lanjut, Sahat menyampaikan agar distributor dan penyuplai lebih mengedepankan aspek kebutuhan masyarakat untuk menekan inflasi dan tidak bermain dan memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, sejumlah warga menggunakan Minyak Kita sebagai alternatif minyak goreng karena harganya yang lebih terjangkau di pasaran. 

Program dari Bulog membuat harga minyak tersebut cukup murah dari harga Rp. 16.000 menjadi Rp. 15.700.

Sebelumnya, salah seorang warga Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Syariah mengaku hampir satu tahun sudah memilih Minyak Kita untuk kebutuhan sehari-hari di dapur. 

Kami cukup bersyukur harga yang cukup murah dan sangat membantu pengeluaran rumah tangga, ucapnya. 

Kalau sekarang saya lebih sering beli Minyak Kita karena harganya lebih murah, apalagi kebutuhan dapur setiap hari lumayan banyak, katanya, Selasa (28/04/2026). 

Kualitasnya juga masih cukup baik untuk digunakan memasak, tambahnya. 

Syariah berharap kepada Pemkan Batu Bara Minyak Kita ini kalau bisa jangan harganya dinaik lagi, kalau bisa seperti beras, dan tepung-tepung jangan dinaikan lagi harganya. 

Sementara itu, Eri warga Dusun I Desa Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus mengatakan, minyak sekarang situasinya stok saat ini kadang ada kadang tidak. 

Jadi konsumen kebanyakan kurang, keluhan stok tidak ada, sedangkan harga relatip stabil dan kegaduhan di tengah masyarakat tidak ada, soal harga hingga sekarang tidak ada perdebatan, terang Eri. 

Harapan saya ke depan minyak terus ada lah, sebab sekarang perubahan harga kadang banyak seperti, plastik dan lain-lainnya. 

Mungkin harapan kita sebagai warga harga tetap stabil seterusnya, tandasnya.

Reporter : Erwin. 

Editor : Diko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel