Bantuan Banjir Tidak Transparan, Warga Tanjung Pura Akan Gelar Demo Besar


DikoNews7 -

Banjir besar yang melanda beberapa wilayah Indonesia pada September 2025 lalu, membawa dampak kerusakan dan kerugian materi dan immaterial yang cukup besar bagi masyarakat.

Pasca pemulihan, korban banjir didata dan mendapat bantuan dari pemerintah, namun banyak masyarakat di buat kecewa dengan pendataan dan bantuan yang disalurkan, seperti yang di ungkap sejumlah warga Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut.

Menurut warga, bantuan yang disalurkan tidak transparan, sehingga timbul kecurigaan warga jika penerima manfaat sengaja dipilih dan orang-orangnya merupakan orang terdekat.

Johar (59) salah seorang warga Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, menyampaikan jika pendataan dan penyaluran bantuan korban banjir dari pemerintah tidak transparan dan pilih kasih.

"Tidak ada transparansi dalam penyaluran bantuan korban banjir disini, masih banyak warga yang tidak mendapat bantuan, kenapa ini terjadi," ucapnya saat ditemui di depan kantor Camat Tanjung Pura. Jumat (10/04/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, selama ini warga diam, namun saat ada bantuan kenapa yang dapat hanya segelintir orang, padahal disini rata terdampak banjir, malah warga yang terkena dampak lebih parah tidak mendapat bantuan.

"Jangan main-main dalam bantuan ini, kita sudah pertanyakan dengan pihak Desa, namun katanya data sudah dikirim ke Kecamatan dan Dinas Sosial, hari ini kita bersama beberapa warga mau mempertanyakan langsung kepada pak camat, namun pak camat tidak berada di kantornya," terang Johar.

Senada, Syaripuddin yang akrab disapa dengan panggilan Pak Wek (58) warga Desa Teluk Bakung, mengatakan, dari penelusuran kita ada 50 warga yang mendapat bantuan banjir, salah satunya keluarga perangkat Desa.

"Heran kita, yang dapat bantuan seperti orang-orang terpilih, bahkan ayah dari perangkat desa dapat, sementara di barisan rumah itu ada yang lebih parah namun tidak dapat bantuan, jumlah bantuan bukan main-main, dari 1,3 juta sampai belasan juta rupiah," ucapnya.

Masalah ini, lanjutnya, sudah kita sampaikan ke Kepala Desa, semalam kita bersama beberapa warga bertemu dikantor desa, namun arahan  kepala Desa laporkan ini ke DPRD Langkat biar di buat Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Jadi anehkan, kenapa mesti di RDP kan, kita mempertanyakan bagaimana pendataan yang dilakukan, hingga bantuan yang disalurkan tidak merata," ucapnya kesal.

Sementara itu, guna mengklarifikasi masalah yang disampaikan masyarakat, Camat Tanjung Pura, Tengku Reza Aditya,S.STP,M.AP saat akan dikonfirmasi terkait masalah ini, tidak berada di tempat.

"Ini bantuan pemerintah, jangan coba-coba mempermainkan nasib warga, dengan kejadian ini, dalam waktu beberapa hari kedepan, kita akan menggelar aksi demo besar ke Kabupaten, selain itu kita juga akan buat petisi yang ditandatangani warga, meminta pihak Kejari Langkat mengusut bantuan korban banjir di Langkat, karena kita menduga ada permainan dalam penyaluran bantuan ini," ucap Johar dan Pak Wek diamini warga lainnya. 

Reporter : Kurnia02.

Editor : Diko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel