Jebol Dihantam Banjir 6 Bulan Lalu, Hingga Kini Jembatan Menuju Pangkalan Susu Belum Diperbaiki Permanen
DikoNews7 -
Pasca banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat dan beberapa daerah lainnya pada 26 September 2025 lalu, dampak banjir menimbulkan kerugian yang cukup besar baik materi dan immaterial.
Bahkan kerusakan infrastruktur bangunan, jalan dan jembatan menghambat perekonomian dan pemulihan pasca banjir.
Seperti yang terjadi pada kerusakan jembatan menuju kota minyak Pangkalan Susu, tepatnya di Jalinsum perbatasan antara Kecamatan Brandan Barat dengan Kecamatan Pangkalan Susu, dusun Cempedak Enam (6) Desa Alur Cempedak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut.
Kerusakan cukup parah, jembatan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 6 meter amblas hingga kedalaman ±4 meter dengan diameter yang cukup besar, keretakan dan kerusakan terlihat hampir disetiap sudut jembatan, namun 6 bulan berlalu, jembatan ini belum diperbaiki secara permanen hingga sering menimbulkan kecelakaan.
Pasca banjir, Forkopimcam Plus Pangkalan Susu bekerjasama dengan Pertamina EP dan PLTU Pangkalan Susu.
Dalam kondisi darurat saat itu, menimbun jembatan dengan sirtu serta menutup dengan plat besi agar bisa dilintasi kendaraan dan memudahkan aktifitas warga.
Berjalannya waktu, keadaan ini seperti terabaikan, jembatan dibiarkan tanpa ada tanda-tanda akan diperbaiki secara permanen oleh pemerintah, padahal jembatan ini merupakan urat nadi jalur perekonomian masyarakat Pangkalan Susu menuju daerah lainnya.
Selain itu, puluhan truck tanki LPG mengangkut puluhan ton gas dari fasilitas utama Pertamina Depot LPG/Pertamina Gasdom (Gas Domestik) Pangkalan Susu guna didistribusikan keberbagai wilayah di luar Pangkalan Susu melintas setiap hari, bahkan armada berat milik Pertamina EP Pangkalan Susu Field dengan berat 25-30 ton lebih dan kendaraan milik PLTU Pangkalan Susu melintas di jalur ini.
Keadaan ini cukup menjadi perhatian masyarakat, dimana beberapa perusahaan negara menggunakan jalan dan jembatan ini, namun hingga kini jembatan belum diperbaiki secara permanen.
S.Nasution salah seorang pemerhati sosial, kepada kru Dikonew7.com. Selasa (19/05/2026) mengatakan, beruntung saat itu pihak Forkopimcam Plus Pangkalan Susu bekerjasama dengan perusahaan yang ada di daerah ini cepat melakukan tindakan, siang dan malam mereka bekerja keras agar jembatan bisa di lalui dan digunakan warga.
Perbaikan jembatan sangat diperlukan dan cepat untuk dilaksanakan pihak PUTR Provinsi Sumatera Utara, agar kondisi jembatan kembali seperti semula sehingga diharapkan arus transportasi berjalan lancar.
"Jika tidak diperbaiki, bukan tidak mungkin jembatan tersebut akan ambruk lagi seperti kejadian saat banjir bandang akhir November 2025 lalu. Ketika itu beberapa hari arus transportasi lumpuh akibat jembatan terputus," ujarnya.
Untuk itu diharapkan, lanjutnya, kebijakan Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengalokasikan anggaran dana pembangunan jembatan secara permanen agar transportasi keluar masuk Pangkalan Susu berjalan aman dan lancar, tutupnya.
Sementara itu, warga sekitar mengatakan, kondisi jembatan yang tidak baik mengakibatkan sering terjadi kecelakaan, kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan dimalam hari.
"Sudah sering terjadi kecelakaan disini, penimbunan sirtu yang tidak rata dan ketinggian plat besi yang terbuka membuat pengendara slip ban dan hilang kendali hingga terjatuh, terakhir beberapa hari lalu, warga Besitang harus di rujuk ke RS Adam Malik Medan dengan luka serius guna perawatan medis akibat kecelakaan (terjatuh) di jembatan ini," ucap Wahyu (49) salah seorang warga sekitar.
Warga berharap, kondisi ini jangan terus dibiarkan dan meminta pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera memperbaiki dan membangun jembatan baru yang permanen.
Reporter : Kurnia02.
Editor : Diko.
