Rumah Dibongkar, Nenek Nurainun Beserta Anak dan Cucunya Tidak Tahu Harus Tinggal Dimana
DikoNews7 -
Nenek Nurainun (66) warga Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, hanya bisa menangis dan pasrah meratapi nasibnya, Selasa 12/5/2026.
Pasalnya, rumah tempat dia berteduh bersama anak dan cucunya diduga dipaksa harus dibongkar pada Jumat (8/5) lalu guna mendukung rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KMP).
Kepada wartawan nenek Nurainun bercerita, saat itu rumahnya yang berada di Jl. Pendidikan Lingkungan IV Kelurahan Labuhan Ruku, didatangi pejabat kelurahan yang menngatakan agar rumah yang di tempatinya harus dibongkar hari ini, kalau tidak besok datang beco (excavator) untuk membongkarnya.
Mendengar hal itu nenek Nurainun pun resah dan bingung karena tidak tahu harus tinggal dimana jika rumahnya dibongkar.
Nenek Nurainun sudah menempati rumah tersebut puluhan tahun. Ia juga mengatakan tanah atau lapak rumah yang di huninya itu aset milik negara.
Sementara itu, anak nenek Nurainun, Nano menyebutkan sebelum rumah dibongkar seseorang mendatangi keluarganya dan meminta agar menandatangani surat tanpa ada penjelasan.
Di tengah kekecewaan, terselip kisah miris bantuan yang di terima dinilai tidak setimpal dan tidak sesuai dengan harapan.
Bantuan yang di terima beras 5 kg, gula putih 1 kg, bubuk teh satu kotak, minyakita 1 kg, dan uang senilai Rp 300.000, terang Nano kepada media.
Bantuan sembako dan uang tersebut diserahkan di Aula Kantor Camat Talawi, Senin (11/5/2026) dan di hadiri oleh Camat Talawi, Lurah Labuhan Ruku, beserta staf / pegawai Kelurahan Labuhan Ruku.
Reporter : Erwin.
Editor : Diko.
