Diduga Pungli Seragam Sekolah, Kepsek Jarang Ngantor


DikoNews7 - 

Aroma pungli menyeruak di Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Muhammadiyah 17 Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Selasa 9/6/2026.

Mendengar kabar tersebut, awak media mendatangi sekolah tersebut guna konfirmasi.

Namun sangat disayangkan, oknum kepala sekolah tidak pernah bisa ditemui. 

Adapun dugaan pungli adalah tiga stel seragam sekolah, meskipun biaya pengadaannya telah dibayarkan sejak satu tahun lalu. 

Hingga saat ini sejumlah siswa kelas X SMA Swasta Muhammadiyah 17 Tanjung Tiram, Batu Bara, di kabarkan belum menerima. 

Menurut informasi di peroleh diruang lingkup sekolah, diduga setiap siswa telah membayar sekitar Rp. 570 ribu untuk pengadaan tiga jenis seragam. 

Namun hingga kini sebagian siswa belum menerima seluruh seragam yang telah dibayarkan tersebut. 

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait transparansi pengelolaan dana yang telah di kumpulkan dari para siswa. 

Menurut keterangan dari salah seorang guru di sekolah itu yang enggan disebut namanya kepada Sikapnews. com dan DikoNews7- .com mengatakan, kepala sekolah tidak masuk alias jarang ngantor. 

Saat di tanya bendahara sekolah, dengan nada singkat guru tersebut mengatakan ibu bendahara ijin tidak hadir hari ini, Senin (08/06/2026).

Kalau soal seragam, memang semua siswa sudah membayar, tetapi belum semua siswa menerima seragam tersebut, sambungnya. 

Kalau kepsek kadang masuk, kadang tidak masuk karena ruangannya di belakang, tutur guru tersebut. 

Saat pelaksanaan ujian berlangsung, tidak menemukan keberadaan kepsek di lingkungan sekolah.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan tanggung jawab manajerial terhadap jalannya kegiatan pendidikan.

Menanggapi hal itu, Pembina Aliansi Kontrol Sosial Kabupaten Batu Bara, Fendi menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sekolah.

Fendi juga meminta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Tiram harus meningkatkan pengawasan terhadap kinerja kepala sekolah serta memastikan hak-hak siswa di penuhi dan tidak diam. 

PCM harus lebih aktif melakukan pengawasan. Persoalan kedisiplinan kepala sekolah dan seragam siswa yang hingga kini belum seluruhnya di terima dan perlu dievaluasi secara serius, tegas Fendi.

Jangan sampai menimbulkan keresahan di kalangan orang tua maupun peserta didik, apalagi ada tindakan dan aktivis dugaan menggelapkan dana seragam siswa, lanjutnya. 

Masyarakat berharap, pihak sekolah maupun PCM Tanjung Tiram segera memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan dana seragam serta memastikan seluruh hak siswa di penuhi.

Hingga berita ini di terbitkan, Kepsek SMA Swasta Muhammadiyah 17 Tanjung Tiram tidak berhasil di temui di tempat kerjanya. 

Reporter : Erwin. 

Editor : Diko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel