Dugaan Pengadaan Bed Crank, Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain Enggan Bertemu Wartawan
DikoNews7 -
Proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain kembali menuai sorotan, Selasa (29/09/2026).
Pasalnya, ada dugaan praktik main mata dengan pihak rekanan dalam proses proyek pengadaan yang nilai anggarannya belum di ketahui pasti.
Dari penelusuran media ditemukan adanya kejanggalan dimana Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain di sebut-sebut mengambil peran sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes).
Mengingat posisi PPK memiliki peran penting dalam pelaksanaan pengadaan proyek pemerintah, termasuk memastikan proses pelaksanaan kontrak berjalan sesuai ketentuan serta memastikan penyedia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan dokumen kontrak.
Sebelumnya, muncul kabar mundurnya PPK RSUD H. OK Arya Zulkarnain. Dan dugaan bahwa PT. Makmur dan PT. Danur hanya digunakan sebagai bendera dalam proyek pengadaan Bed Crank (Ranjang Pasien).
Dugaan tersebut muncul setelah adanya informasi dari pihak yang berada di lokasi pekerjaan yang menyebut adanya pihak lain yang diduga mengendalikan pengadaan tersebut.
Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, dr. Yufli saat di konfirmasi mengenai PT. Makmur dan PT. Danur dalam pelaksanaan proyek pengadaan Bed Crank di lingkungan rumah sakit, Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain pilih enggan bertemu dengan awak media.
Namun demikian, dugaan tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Sebelumnya, awak media menemui Sekretaris Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Devi dengan nada singkat mengatakan, sebentar ya bang, pak Direktur lagi makan siang.
Begitu jawaban singkat dari Sekretaris Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnaian, awak media terus menunggu, selang beberapa waktu menunggu, Plt. Direktur RSUD tiba di tempat dengan senyum terpaksa menyapa, bentar ya bang.
Diperkirakan satu jam menunggu, Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain tak kunjung juga keluar dari ruangan, awak media bergegas pulang.
Hingga berita ini di meja Redaksi, Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, dr. Yufli belum memberikan keterangan mengenai siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan Bed Crank serta apakah PT. Makmur dan PT. Danur benar-benar menjalankan pengadaan sesuai kapasitas dan dokumen kontraknya.
Penjelasan secara terbuka dari Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain dibutuhkan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan terkait pelaksanaan proyek pemerintah di lingkungan RSUD H. OK Arya Zulkarnain tersebut.
Di tempat terpisah, salah seorang tokoh pemuda Batu Bara, Ila mengatakan, sangat menyayangkan sikap Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnaian terkesan anti kritik.
Jika keberatan di kritik demi perbaikan pelayanan publik, seharusnya posisi jabatan tersebut dinilai tidak tepat di pertahankan, tukas Ila.
Reporter : Erwin.
Editor : Diko.
