Viral Sampah Pasar Tradisional Pangkalan Susu, AMPAS Minta Diselesaikan Bukan Sekedar Dibersihkan
DikoNews7 --
Permasalahan sampah selalu menjadi dilema di tengah masyarakat, buruknya pengelolaan sampah dan minimnya kesadaran masyarakat tentang arti kebersihan hingga kerap membuang sampah disembarang tempat, membuat lingkungan menjadi kumuh, kotor dan jorok, tentunya keadaan ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai virus penyakit.
Hal inilah yang dikeluhkan masyarakat disekitar pasar tradisional Pangkalan Susu, yang berada di Jalan Sandang Pangan, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, keadaan ini menjadi viral setelah diperbincangkan di media social dan diberitakan di media.
Keadaan ini menarik perhatian banyak kalangan masyarakat, salah satunya Raya Samosir tokoh pemuda setempat yang juga ketua Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS), yang selama ini dikenal aktif menyampaikan kritik dan koreksi terhadap berbagai persoalan sosial maupun kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Dirinya menyampaikan, persoalan sampah di pasar Tradisional Pangkalan Susu bukan merupakan persoalan baru.
Menurutnya, kondisi serupa telah berulang terjadi dari tahun ke tahun, dengan pola penanganan yang hampir sama, yakni sampah menumpuk, setelah mendapat sorotan publik, kemudian dilakukan pembersihan.
“Kalau persoalannya terus berulang, berarti yang kita hadapi bukan hanya persoalan sampah, tetapi juga persoalan sistem pengelolaannya yang sampai hari ini belum menemukan solusi permanen,” ujarnya. Jumat (11/09/2026) siang di Pangkalan Susu.
Raya kemudian mengingat kembali persoalan serupa yang pernah terjadi pada masa Camat Pangkalan Susu sebelumnya, Agung Tritantyo.
Saat itu, kata Raya, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat sempat mengoreksi kondisi penumpukan sampah tersebut.
Bahkan, karena persoalan tidak kunjung terselesaikan, sempat muncul wacana untuk membawa sampah ke depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat sebagai bentuk protes.
Namun, Raya juga memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Agung Tritantyo ketika persoalan tersebut mencuat.
Menurutnya, saat itu pihak kecamatan segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Keesokan harinya, Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Pertamina turun langsung dengan membawa armada pengangkut sampah.
Pihak Pertamina juga menurunkan alat berat mini untuk membantu membersihkan serta memuat sampah ke dalam truk pengangkut.
“Ini menunjukkan bahwa ketika ada koordinasi dan kemauan untuk bergerak, persoalan sebenarnya bisa segera ditangani,” ucap Raya.
Meski demikian, ia mempertanyakan apakah pola penanganan seperti itu harus terus berulang setiap kali terjadi penumpukan sampah.
“Sampah menumpuk, masyarakat mengeluh, media memberitakan, baru kemudian semua pihak bergerak. Setelah bersih, beberapa waktu kemudian menumpuk lagi. Kalau siklusnya terus seperti itu, berarti kita hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikan masalah,” terangnya.
Raya juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak seluruhnya dibebankan kepada pedagang maupun masyarakat.
Menurutnya, kritik yang disampaikan justru dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Pangkalan Susu dan sebagai dorongan agar pemerintah dapat menghadirkan kebijakan serta pelayanan yang lebih baik.
“Kami tidak ingin setiap ada sampah menumpuk kita hanya sibuk mencari siapa yang salah. Kami ingin mencari siapa yang mau bertanggung jawab dan apa solusi permanennya,” tegas Raya.
Raya juga mengapresiasi media yang telah mengangkat kembali persoalan sampah tersebut.
Menurutnya, pemberitaan media dan sorotan masyarakat melalui media sosial dapat menjadi kontrol sosial sekaligus pengingat bagi pemerintah bahwa persoalan di tengah masyarakat perlu mendapatkan perhatian.
“Persoalan sampah bukan persoalan kecil. Ini menyangkut kesehatan, kenyamanan, lingkungan, wajah Kecamatan Pangkalan Susu dan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan layak,” katanya menambahkan.
Raya berharap persoalan sampah di Pangkalan Susu tidak kembali berhenti pada kegiatan membersihkan tumpukan sampah setelah viral.
“Masyarakat tidak membutuhkan janji bahwa sampah akan dibersihkan besok. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa persoalan yang sama ytidak akan kembali terjadi lusa,” ucapnya menyampaikan berharap pemerintah dan dinas terkait memiliki solusi dan ide kreatif dalam mengatasi secara permanen permasalahan yang terjadi. (Kurnia02)
