Sampan Tambang Alat Transfortasi Utama Menuju Desa Klantan dan Desa Perlis


DN7 | Pangkalan Brandan - 

Sejak puluhan tahun silam, sampan tambang (sampan dayung) sudah menjadi alat transfortasi utama masyarakat yang akan menyebarangi sungai Babalan menuju Desa Klantan dan Desa Perlis, Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat. Sabtu (21/12/19)

Keberadaan sampan tambang sangat di butuhkan warga di dua Desa yang berada sekitar 150-500 meter dari kota Pangkalan Brandan menyebarangi sungai Babalan, tidak adanya akses jalan darat dan jembatan penghubung, membuat warga harus mengunakan sampan tambang dalam beraktifitas. 

Dari keterangan warga, sampan tambang ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dimana keberadaannya sangat menunjang perekonomian warga dan masyarakat sekitar, bahkan hingga saat ini keberadaannya masih tetap ada dan sangat dibutuhkan masyarakat.

Dalam sekali jalan, sampan tambang dapat memuat sewa (penumpang) sekitar 10 orang, dengan ongkos tambang dari Pangkalan Brandan menuju Desa Klantan sekitar Rp 2.000 per orang, sedangkan untuk menuju ke Desa Perlis dipatok harga sekitar Rp 4.000 per orang. 

"Setiap hari saya menggunakan sampan tambang, karena tidak ada jalan darat dan titi penghubung, bukan saya saja ramai warga kita yang menggunakan sampan tambang, baik mau belanja maupun bepergian, karena sampan ini satu-satunya alat transportasi kita disini", ucap Bibah (32) warga Dusun V Desa Perlis saat ditemui sesaat akan menaiki sampan tambang di dermaga lorong Gandhi.

Sementara itu, Ferry (40) salah seorang penambang (red, tukang sampan) warga Desa Klantan mengatakan, saat ini ada sekitar 100 lebih sampan tambang yang beroperasi, dimana sampan yang ada masih sangat tradisional yang terbuat dari bahan material kayu.

Dirinya berharap, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa sampan yang lebih layak dan baik, mengingat apa yang mereka bawa adalah manusia yang tentunya keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.

"Kita sangat memerlukan bantuan pemerintah, terutama sampan yang layak,  selama ini penambang hanya menggunakan sampan kayu tradisional yang di klola secara pribadi dan perorangan, tentunya biaya perawatan menjadi kendala dalam menjaga kondisi sampan agar tetap dalam kondisi baik", ucap Ferry berharap. (Bud) 

Editor : Sapta

No comments

Powered by Blogger.