Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Seorang Pelajar Tewas Ketimpa Pohon Sawit - Diko News

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Seorang Pelajar Tewas Ketimpa Pohon Sawit



DN7 | Bangun - Bhabinkamtibmas Polsek Bangun, Aiptu Suyut, Minggu tanggal 03 Mei 2020 pkl 14.00 Wib, mendapatkan informasi tentang adanya anak meninggal karena tertimpa pohon sawit tumbang di Afd III Kebun Bangun Nagori Silau Malela Kec. G Malela, Kab.Simalungun.

Kapolsek Bangun AKP. B. Manurung SH melalui Kabag Ops Polres Simalungun, Kompol Widodo SE mengatakan, pada hari Minggu tanggal 03 Mei 2020 sekira pukul 14.00 Wib, ada 3 orang anak menggembala lembu di Adf III Kebun Bangun Nag. Silau Malela Kec. G.Malela, Kab.Simalungun.

Dilokasi saat situasi itu keadaan cuaca hujan deras disertai angin kencang maka ketiga anak-anak tersebut berteduh dibawah pohon sawit yang sudah tinggi lebih kurang 10 meter.

Pada saat itu, pohon sawit tersebut tiba tiba patah batangnya, dan mereka ada mendengar suara patahan selanjutnya  Hamdalika Sidauruk dan Bani Jonatan Purba langsung melarikan diri dari tempat mereka berteduh dibawah pokok kelapa sawit yang tumbang.

Sedangkan, korban Lulu Fernando Sidauruk tertinggal dan tertimpa pohon hingga meninggal dunia ditempat. Kata Kompol Widodo kepada dikonews7.com. Minggu sore.

Mengetahui temannya ketimpa pohon, Bani dan Hamdalika langsung pulang dan menceritakan kepada keluarga mereka. Disaat bersamaan, keluarga mereka langsung ke lokasi dan mengevakuasi pohon tumbang tersebut namun, naas korban sudah meninggal dunia di lokasi. Imbuhnya.

Kemudian, korban dievakuasi oleh warga, dan di bawa pulang kerumah opungnnya an. Klara BR Purba di HT II Nag. Silau Malela Kec. G. Malela Kab. Simalungun untuk disemayamkan.

Adapun identitas ketiga anak tersebut adalah, Lulu Fernando Sidauruk (16) pelajar, warga HT II Nag. Silau Malela Kec. G. Malela, Kab. Simalungun, Hamdalika Sidauruk (13) pelajar, dan Bani Jonatan Purba (20) pelajar. 

Sambungnya, atas kesepakatan antara keluarga dan pemerintah Nagori, besok korban akan dikebumikan, dan tidak diadakan acara adat agar tidak  mendatangkan orang banyak. Jelasnya. (Dame Siagian)

Editor : Sapta




No comments

Powered by Blogger.
close