Header

Dokter dan Pegawai RSPPB Diduga Covid-19, Humas RSPPB Bungkam Saat Dikonfirmasi



DN7 | Langkat - Sudah beberapa hari ini beredar isu yang menggemparkan warga Pangkalan Brandan, dimana Dokter dan perawat Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, diduga terjangkit Covid-19 hingga harus di rawat dan di karantina.

Informasi yang dirangkum Dikonews7.com, ada 5 lima pegawai yang dirawat dan dikarantina, dimana 1 diantaranya merupakan Dokter spesialis Dalam, (Dr.R.S.Spd) saat ini sudah dirujuk dan di rawat di RS Martha Friska yang ada di Kota Medan.

Sementara, 4 lainnya merupakan perawat yakni, berinisial "D", "D", "Y" dan seorang driver (supir) inisial "B" yang mana saat ini juga sedang dirawat dan dikarantina secara mandiri.

Menindak lanjuti kebenaran informasi ini, Rabu (29/7/20), wartawan Dikonews7.com mencoba mendatangi RSPPB di Jalan Wahidin P.Brandan, dan menghubungi dr Neni Herawati selaku Direktur RSPPB melalui telephone selulernya dinomor 08129574***, aktif namun tidak di angkat, bahkan saat di konfirmasi melalui pesan singkat SMS (Short Message Service) juga tidak di jawab.

Sementara itu, Humas RSPPB Rospita Linda Br Hutahuruk saat di konfirmasi via pesan WhatsApp terkait berita ini, secara singkat dirinya menjawab "Saya kurang tau pak, bisa hubungi pihak Dinkes ya terkait covid", jawabnya.

Saat ditanya tugasnya sebagai Humas tidak mengetahui perihal kejadian ditempatnya bekerja, dirinya langsung menjawab, "Pak info dari ketua gugus tugas dinas kesehatan Stabat semua pihak yang membutuhkan informasi covid silahkan di konfirmasi ke pihak gugus atau dinkes. Rumah sakit menjalankan instruksi. Pak, itu arahan dinkes", jawabnya melalui pesan WhatsApp.

Tertutupnya informasi dari pihak Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB), terkait dugaan pegawainya terjangkit Covid-19 menjadi tanda tanya (?), ada apa ini, padahal RSPPB merupakan 1 dari 5 Rumah Sakit yang di tunjuk Pemkab Langkat, sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Bahkan hingga saat ini, 3 perawat dan 1 orang driver yang diduga terjangkit Covid-19, di rawat dan di isolasi mandiri di kediaman masing-masing, bukan dirawat secara intensif di ruang isolasi yang ada di RSPPB.

Atas dugaan dokter dan perawat serta driver RSPPB terjangkit Covid-19, juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Langkat dr H Muhammad Arifin Sinaga.MAP, saat di konfirmasi via hubungan seluler tidak menjawab.

Bahkan saat dikirim pesan melalaui SMS dan pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan juga tidak menjawab. (Kurnia02)

Editor : Sapta


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel