Banjir Pasang Rob Rendam Pemukiman Warga Dipesisir Pantai Langkat - DikoNews7
MWFcLWN8MqpcNWt5NqpdNqB8M6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

Banjir Pasang Rob Rendam Pemukiman Warga Dipesisir Pantai Langkat

FOTO : Kompleks Prumnas Bilah Damai tergenang banjir Rob.

DN7 | Langkat -

 
Banjir pasang air laut atau sering disebut banjir Rob, merendam ratusan hingga ribuan rumah warga yang tinggal di pesisir pantai Selat Malaka Kabupaten Langkat.

Air pasang laut yang naik pada Rabu (18/12/20) dini hari, membuat warga khawatir dan terus terjaga, selain air pasang laut naik kondisi cuaca diperparah dengan hujan yang turun sejak Selasa malam.

Salman (46) warga Lingkungan V, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat mengatakan, air naik sekitar pukul 2 pagi. " Didalam rumah air sudah semata kaki, kita tidak bisa tidur karena takut ketinggian air akan bertambah, karena selain air pasang laut kondisi juga sedang hujan", ucapnya.

Hal senada di ucap Muslim Yusuf (43) warga Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, dimana rumah yang ditempatinya merupakan rumah panggung yang dibangun di pesisir laut Babalan.

"Kita terus terjaga dan tidak tidur takut kalau air semakin tinggi, dikhawatirkan ombak datang dari boat yang lewat hingga bisa merusak lantai dan dinding rumah", ucap Muslim sambil membersihkan rumahnya.

Dari pantauan Dikonews7.com, hampir semua kawasan di Teluk Aru mencakup 7 Kecamatan yang berada pesisir pantai Kabupaten Langkat terendam banjir pasang Rob, seperti Kecamatan Gebang, Kecamatan Babalan, Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Berandan Barat, Kecamatan P.Susu, Kecamatan Besitang dan Kecamatan Pematang Jaya.

Akibat penomena alam ini, selain merendam pemukiman warga, banjir Rob juga mengakibatkan abrasi pantai di beberapa tempat dan daerah serta merendam ratusan hektar lahan pertambakan dan budidaya udang paname warga.

"Tadi malam kita terkejut, air masuk kedalam rumah, biasanya air pasang laut tidak pernah mengakibatkan banjir seperti ini, banyak warga yang tidak tidur guna berjaga-jaga karena belakangan ini sering terjadi banjir akibat tingginya curah hujan", ungkap Irmaini (40) warga yang tinggal di Kompleks Prumahan Bilah Damai, Sei Bilah. 
 
Reporter : Kurnia02
Editor : Diko
Share This Article :
dikonews7
4518356910882902657
close