Header

Proyek Kota Deli Megapolitan Akan Memacu Perekonomian Sumut

Foto : Irwan Perangin-Angin, Direktur PTP N2 Tanjung Morawa.

DikoNews7 -
 
Kerjasama PT Perkebunan Nusantara-2 (PTPN-2) dengan Ciputra Groups melalui proyek Kota Deli Megapolitan dipastikan akan memacu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Deli Serdang. 
 
Sebab proyek jangka panjang yang sudah digagas sejak tahun 2011 itu, tidak hanya membangun perumahan, tetapi juga sentra bisnis dan industri di titik-titik strategis di Kabupaten Deli Serdang.

Direktur PTP N2, Irwan Perangin-Angin mengungkapkan, kerjasama yang dilaksanakan saat ini, sudah melewati kajian yang sangat matang dan serius. Mulai dari studi kelayakan, sampai dampak sosial yang mungkin terjadi sudah diperhitungkan. 
 
Karena itu, Irwan yakin kerjasama ini akan mampu membawa perubahan signifikan, tidak hanya bagi PTPN2 dan Pemkab Deli Serdang tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat di lokasi-lokasi mega proyek yang tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang ini.

Dengan tersedianya lokasi-lokasi perumahan, sentra bisnis dan industri secara otomatis akan membuka lapangan kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja yang ada di daerah tersebut, termasuk membuka peluang usaha yang besar bagi pengusaha setempat.

"Dan semua prosedur untuk mewujudkan megaproyek ini, Alhamdulillah, ditanggapi serius dan mendapat dukungan penuh, mulai dari Bupati Deli Serdang, Gubernur Sumut sampai pihak Kementerian," jelas Irwan Perangin-angin.

Menurut Irwan, sejak awal proyek Kota Deli Megapolitan ini memang digagas untuk memanfaatkan lahan-lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTP N2 yang kurang produktif atau yang selama ini dikuasai pihak lain. 
 
"Untuk yang terakhir ini, kita tetap berusaha menyelesaikannya secara persuasif. Bahkan PTPN2 memberi tali asih bagi mereka yang sukarela mengembalikan lahan yang selama ini digarapnya," jelas Irwan.

Direktur PTPN 2 itu menampik kalau selama ini pihaknya bertindak sewenang-wenang. Malah PTPN2 selalu mengedepankan dialog secara persuasif terhadap persoalan-persoalan dengan masyarakat, seperti penggarap, atau pihak tertentu yang menguasai asset PTPN2. 
 
"Kita ini perusahaan negara yang harus patuh pada ketentuan hukum, tidak ada bedanya dengan warga negara biasa. Semuanya harus patuh dengan hukum," ujar Irwan Perangin-angin.
 
Reporter : Tim
Editor : Diko

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel