Header

Nelayan Sei Bilah di Temukan Tewas di Dalam Sampan Yang Karam

Foto : Anggota Sat Polairud Polres Langkat berkunjung ke rumah duka

DikoNews7 -

Muhammad Sangkot (51) nelayan pukat layang, Warga Lingkungan II Mawar, Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sabtu (31/7/2021) siang, ditemukan tewas didalam sampan miliknya.

Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa terduduk didalam sampan miliknya yang karam, disekitar ambai Jali, laut kuala Brandan Selat Malaka, yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan laut dari kota P.Brandan.

Diketahui sebelumnya, korban pada Jumat (30/7) sore berangkat melaut seorang diri, namun hingga menjelang Sabtu siang, korban tidak kunjung pulang, warga yang resah berusaha mencari korban di sekitar perairan kuala Brandan, dan menemukan korban sudah meninggal didalam sampannya yang karam.

Sofian Komo (41) warga sekitar yang ikut mencari korban mengatakan, saat dicari disekitar perairan kuala Brandan, sampan korban kami temukan dalam keadaan karam di ambai jali, dan korban dalam posisi terduduk dibelakang dalam keadaan tidak bernyawa.

"Menggunakan 2 sampan kami mencari disekitar kuala Brandan, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa, didalam sampannya yang karam dengan kedalaman air sekitar 1,5 meter hingga sampan korban masih terlihat timbul walaupun dalam posisi karam," ucap Komo.

Selama ini korban dikenal baik dan bersahaja di masyarakat, menurut pihak keluarga, korban tidak ada menderita penyakit bawaan, diduga korban meninggal karena pitam dan kelelahan.

Kasat Polairud Polres Langkat Iptu Heru Ediyanto SH, melalui Bripka M.Ritonga dan anggota yang turun kerumah duka, saat dikonfirmasi membenarkan korban tewas di laut.

"Korban meninggal di laut didalam sampan miliknya, diduga korban meninggal karena pitam dan kelelahan, saat ini pihak keluarga sedang membuat pernyataan tertulis agar korban tidak di visum, dan secepatnya akan dikebumikan," ucap Bripka M.Ritonga.

Sementara itu, pihak keluarga korban belum bisa di mintai keterangan, karena masih dalam suasana berkabung, dimana korban meninggalkan 1 orang istri dan 3 orang anak. 

Reporter : Kurnia02

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel