Header

Kisah Tragis Ibu dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas Berpelukan dalam Kebakaran Toko Kosmetik

Foto : Ilustrasi kebakaran.

DikoNews7 -

Empat orang meninggal dunia dalam musibah kebakaran minimarket sekaligus toko kosmetik 'New Khatulistiwa' yang berada di jalan K Z Abidin Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Selasa sekitar pukul 05.30 WIB.

Keempat korban yaitu istri, dua anak kecil serta pengasuh dan saat kejadian keempat korban berada di lantai tiga gedung yang mengalami kebakaran tersebut.

Kepala Damkar Kota Bengkulu, Yuliansyah mengatakan jika kondisi keempat korban sudah tidak dikenali lagi dan saat ditemukan istri dan kedua anaknya sedang berpelukan serta pengasuh mereka berada tak jauh dari anak tangga.

"Kondisi ketiga korban yaitu istri pemilik toko Y dan kedua anaknya dalam berpelukan sedangkan pengasuhnya ditemukan di depan pintu kamar mandi," kata Yuliansyah.

Ia menambahkan, lamanya proses evakuasi keempat korban kebakaran disebabkan karena akses jalan masuk kedalam gedung tidak ada. Adapun akses pintu dalam kondisi sempit serta gedung tersebut banyak menggunakan tralis dan rolling door.

Korban pertama kali berhasil dievakuasi pada pukul 11.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan tak berselang lama ketiga korban lainnya berhasil di evakuasi. Saat ini, jenazah keempatnya telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara.

Akibat kejadian tersebut pihaknya mengimbau Yuliansyah kepada para pengusaha khususnya pemilik bangunan yang padat penduduk untuk menyiapkan alat pemadam api seperti hidran dan alat pemadam api ringan.

Serta menyiapkan jalur evakuasi sehingga jika terjadi kebakaran kami bisa cepat mengevakuasi korban. Dalam pemadaman dan evakuasi korban tim pemadam kebakaran dibantu anggota kepolisian, Satpol-PP dan BPBD Kota Bengkulu serta Basarnas Provinsi Bengkulu.

Kepolisian Resor (Polres) Kota Bengkulu menyebutkan bahwa kebakaran minimarket sekaligus toko kosmetik New Khatulistiwa yang berada di Jalan KZ Abidin Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu diduga karena korsleting.

Kapolres Bengkulu AKBP Andy Daddy Nurchayo SIK diwakili Kasi Humas Polres Bengkulu AKP Sugiharto mengatakan saat ini pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Berdasarkan informasi sementara kebakaran terjadi diduga karena korsleting," kata Sugiharto, di Bengkulu, Selasa.

Akibat kejadian tersebut empat orang meninggal dunia yaitu istri pemilik toko Y (36), anak pemilik toko B (6) dan V (8) serta pengasuh korban B (26).

Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika saksi Maman (38) ingin mengeluarkan mobil miliknya di depan Toko Khatulistiwa pada pukul 06.00 WIB melihat api keluar dari lantai dasar toko.

Kemudian saksi langsung membunyikan klakson mobilnya sebanyak lima kali untuk membangunkan pemilik toko dan dibantu dengan saksi Tina.

Tak berselang lama, pemilik toko yaitu Anton keluar dari toko setelah mendengar teriakan saksi Tina dan melihat api. Saat ingin menyelamatkan istri dan anaknya yang berada di lantai dua gedung, api telah membesar dan sulit untuk masuk ke dalam.

Sugiharto menyatakan pada pukul 11.30 WIB, api dapat dipadamkan oleh pemadam kebakaran dengan melibatkan mobil Armored Water Cannon (AWC) Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu serta dibantu oleh warga.

Setelah itu, personel PBK dan Basarnas masuk ke dalam untuk mengevakuasi korban yang masih berada di dalam, dan sekitar pukul 11.39 WIB, tiga korban yaitu Y, B dan V dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Pada pukul 12.00 WIB, satu korban lagi yaitu B berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. (*)

 

 

 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel