Bakamla RI Tangkap Kapal Bawa Kayu Ilegal di Perairan Laut Banda
DikoNews7 -
Kapal Negara (KN)
Pulau Marore-322, yang sedang melaksanakan Patroli Bersama
"YUDHISTIRA-B/24" berhasil menangkap KLM Baik Harapan 01 membawa kayu
ilegal di perairan laut Banda, Kamis (13/06/2024)
Kapal
berbendera Indonesia tersebut dilakukan penangkapan pada posisi 05° 57'
19" S - 123° 19' 23" T. Hasil pemeriksaan awal oleh tim VBSS KN Pulau
Marore-322 didapati kapal membawa muatan kayu olahan sebanyak 1.431
batang atau sekitar 53,1120 meter kubik jenis jabon, jambu, dan meranti
dengan dokumen perizinan yang tidak lengkap, sehingga diduga terjadi
pelanggaran hukum. Penangkapan terjadi pada Jumat (4/6).
Pada
Kamis (13/6), Tim Penanganan Perkara Unit Penindakan Hukum Bakamla RI
yang dipimpin oleh Kapten Bakamla Sophy Sophian, S.Pd., segera
menyerahkan perkara kapal KLM Baik Harapan 01 kepada Balai Gakkum KLHK
Wilayah Sulawesi.
Penyerahan ini dilakukan melalui Penyidik Pos Gakkum LHK Kendari, Sulawesi Tenggara untuk proses hukum lebih lanjut, dan tertuang dalam Berita Acara Nomor: BA-07/HK.05.01/UPH/BAKAMLA/VI/
Berdasarkan hasil Rapat Gelar Perkara, Tim Bakamla RI bersama Penyidik Gakkum KLHK RI dan Korwas PPNS Polda Sultra menyimpulkan bahwa terdapat cukup bukti permulaan untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan.
Nakhoda KLM Baik Harapan 01, LI usia 56 Tahun, disangkakan melanggar Pasal 83 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang telah diubah oleh Paragraf 4 Pasal 37 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. La Isba juga dikenakan Pasal 88 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 16 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp2.500.000.000.
Kapten Bakamla Sophy Sophian mengatakan terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari KLHK RI melalui Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi dan Pos Gakkum LHK Kendari.