HUT RI Ke-80, Bupati Batu Bara : Jangan Pernah Terbesit Untuk Kembali Lagi Jadi Warga Binaan
DikoNews7 -
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Bupati Batu Bara H Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati (Wabup) Syafrizal menyerahkan remisi kepada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Minggu (17/08/2025).
Sebanyak 1.105 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku memperoleh pengurangan masa pidana atau remisi.
Dan 64 orang Warga Binaan di antaranya di nyatakan langsung bebas. Remisi diberikan dalam dua kategori, yakni Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Soetopo Berutu dalam sambutannya menyampaikan, bahwa remisi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi diberikan kepada Warga Binaan yang sungguh-sungguh berubah lebih baik.
Bagi Warga Binaan yang bebas di harapkan norma-norma hukum dapat di terapkan di tengah-tengah masyarakat, tuturnya.
Sembari Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku mengungkapkan, bahwa kapasitas Lapas sebanyak 766 orang, sedangkan total keseluruhan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku sebanyak 1931 diantaranya 1891 Laki-laki dan 40 orang wanita.
Berdasarkan jenis perkara, kasus kejahatan kriminal umum 614 orang, dari tindak pidana narkotika 1179 orang, kasus korupsi 7 orang, selanjutnya, perlindungan anak 124 orang dan human trafficking 7 orang.
Sementara itu, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pemberian remisi bagi Warga Binaan.
Jadikan momentum remisi ini sebagai motivasi agar ke depannya berperilaku lebih baik lagi. Dan bagi Warga Binaan yang mendapatkan remisi yang sekaligus dinyatakan bebas saya ucapkan selamat kembali di tengah masyarakat, keluarga dan sanak saudara, ucapnya.
Lebih lanjut Bupati Baharuddin berharap rajut kembali persaudaraan, taati peraturan dan jangan pernah terbesit untuk kembali lagi menjadi Warga Binaan.
Di lanjutkan, Bupati dan Wabup Batu Bara melihat hasil karya Warga Binaan seperti miniatur rumah, miniatur kapal dan miniatur kendaraan dari limbah kayu dan batok kelapa serta produk olahan abon ayam dan sayur-sayuran.
Reporter : Erwin
