Kelurahan Sei Mati Terisolir 2 Hari, Warga Sesalkan Minimnya Perhatian Pemko Medan


DikoNews7 -

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Medan sejak Kamis, dan pada Minggu (30/11/2025) menyebabkan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, terisolir selama dua hari. 

Banjir yang melanda wilayah tersebut merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi mulai dari sebetis orang dewasa hingga mencapai sedada.

Genangan air juga memenuhi terowongan jalan tol yang menjadi akses utama keluar masuk warga. 

Akibatnya, jalur vital tersebut tidak dapat dilewati kendaraan maupun pejalan kaki. 

Jalan alternatif melalui kawasan Cing Wan pun tak dapat diakses setelah air meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Sedikitnya 1.000 rumah di 18 lingkungan Kelurahan Sei Mati terdampak banjir. 

Empat lingkungan, yakni Lingkungan 12, 15, 17, dan 18, tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Saat air mulai memasuki permukiman, banyak warga terpaksa mengungsi ke rumah-rumah ibadah demi menyelamatkan diri dan harta benda. 

Mereka berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah kota.

Namun hingga hari kedua bencana, belum tampak satu pun pejabat Pemko Medan yang hadir meninjau kondisi warga. 

Situasi ini memicu kekecewaan masyarakat, termasuk tokoh pemuda Kecamatan Medan Labuhan, Ali Hidayat.

Ali menilai ketidakhadiran pejabat Pemko Medan menunjukkan lemahnya empati terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah

“Di saat seperti inilah karakter seorang pemimpin benar-benar terlihat. Jika mereka memiliki hati dan rasa tanggung jawab, tentu mereka datang, melihat langsung, dan menyapa warga yang membutuhkan perhatian,” ujar Ali dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menanti bantuan logistik dan perhatian nyata dari Pemerintah Kota Medan untuk menangani situasi darurat yang mereka hadapi. (Her)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel