Prihatin Korban Banjir, Masyarakat Pondok Klayau Sei Bilah Bangun Posko Bencana


DikoNews7 -

Lambatnya penanganan dan bantuan korban banjir di wilayah Teluk Aru Kabupaten Langkat, masyarakat sekitar Pondok Klayau yang berada di Jalan Pelabuhan, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumut membangun posko bantuan.

Dikoordinir oleh BKM Musholla Baiturrahim Lingkungan II Sei Bilah, posko bantuan menyediakan nasi umat, air bersih (minum) dan beras, bantuan ini dibagi kepada masyarakat korban banjir yang mengungsi di Kelurahan Sei Bilah 

Ketua BKM Baiturrahim, M Ishak Ritonga mengatakan, pendirian posko bencana atas inisiatif dan swadaya masyarakat, semua murni dari masyarakat dan untuk masyarakat.

"Dampak banjir yang melanda, banyak warga mengungsi di Kelurahan Sei Bilah, Alhamdulillah kita dari BKM Baiturrahim dan masyarakat membangun posko bencana banjir, kita membuka dapur umum dan menyediakan nasi umat pagi, siang dan malam, selain itu ada juga air bersih untuk minum dan beras yang dibagikan ke masyarakat terdampak banjir," ucap Ishak. Jumat (28/11/2025).

Dari pantauan disekitar posko bantuan Pondok Klayau, para relawan dengan sigap mendata keluarga korban bencana banjir, selain itu beberapa relawan juga sedang memasak mie instan dan membungkus nasi umat.

"Alhamdulillah, walaupun bukan warga Sei Bilah, kita juga terdata dan mendapat nasi umat, sudah tiga hari banjir dan kita mengungsi di Sei Bilah, sampai saat ini belum juga mendapat bantuan pemerintah, kalau di rumah air sudah sedada, tidak ada yang bisa diselamatkan lagi, disini kita mendapat nasi bantuan dari relawan Pondok Klayau, terimakasih," ucap Dedek salah seorang korban banjir warga Paya Kiri Babalan.

Hingga hari ke tiga, banjir masih melanda wilayah Teluk Aru Kabupaten Langkat, ketinggian air mencapai 1-3 meter, walaupun permukaan air sudah mulai berkurang hingga 20 cm, namun warga masih tetap bertahan ditempat pengungsian dan belum berani pulang kerumah.

Irmaini (45) warga Komplek Perumahan Bilah Damai, Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan mengatakan.

"Kemaren kedalaman air sudah sepinggang, sementara di Teluk Meku sudah sedada, air terus naik dan kita mengungsi ketempat yang tidak banjir, banyak warga yang terjebak banjir yang butuh bantuan, namun sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah," ucapnya sedih.

Ahmad Mamek tokoh pemuda setempat mengatakan, banjir yang melanda wilayah Teluk Aru Langkat cukup luar biasa, kedalaman air bisa mencapai 3 meter lebih di Kecamatan Besitang.

"Banjir tahun ini luar biasa, 7 Kecamatan di Teluk Aru terendam banjir, sampe saat ini bantuan pemerintah untuk Sei Bilah belum ada juga, beruntung empati masyarakat cukup tinggi hingga secara swadaya kita bisa membangun posko bencana, terimakasih kepada seluruh warga, donatur dan BKM Musholla Baiturrahim yang sudah turut bersimpati membantu warga korban banjir," ucapnya.

Dari pendataan yang dilakukan relawan posko bencana pondok Klayau, ada 73 KK dengan lebih dari 300 jiwa (orang) korban banjir yang mengungsi di lingkungan 1 dan II Sei Bilah.

"Ditaksir data ini akan terus bertambah mengingat masih banyak yang belum terdata, kita juga membuka donasi bagi warga ataupun donatur yang ingin menyumbang, sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat berguna bagi yang membutuhkan," ucap M Ishak Ritonga menambahkan. (Kurnia02)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel