Dibangun Salah Tak Dibangun Juga Salah, Proyek Aspal Hotmix Jalan Sei Bilah Jadi Perbincangan
DikoNews7 -
Pembangunan infrastruktur jalan dalam menunjang aktifitas warga demi meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat sangat dibutuhkan dan didukung pelaksanaannya, tak ayal setiap tahun pemerintahan pusat maupun pemerintah daerah menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah guna mengerjakan proyek infrastruktur disetiap lini dan sektor perekonomian masyarakat.
Seperti yang terlihat dalam pembangunan aspal hotmix jalan Sei Bilah, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat Sumut. Diakhir tahun 2025, jalan Sei Bilah yang terbentang sepanjang ±1,3 km mendapat proyek aspal hotmix.
Berdasarkan data di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE ) non tender Kabupaten Langkat TA 2025, proyek aspal hotmix jalan Sei Bilah dimenangkan dan dikerjakan oleh CV Bina Nusantara dengan nilai HPS Rp 387.951.000,00,- bersumber dari APBDP TA 2025.
Namun dibalik itu semua, masyarakat juga dibuat kecewa, dimana proyek aspal hotmix jalan Sei Bilah yang selesai dikerjakan di akhir tahun 2025 hanya sepenggal dengan panjang ±180 meter, sementara jalan Sei Bilah terbentang sepanjang 1,3 km dan saat ini kondisinya sangat memprihatikan dengan kerusakan disepanjang badan jalan.
Kekecewaan masyarakat terus bergema dan menjadi bahan perbincangan disetiap sudut kampung, warung-warung dan kedai kopi, apalagi proyek aspal hotmix yang dikerjakan berada di tengah-tengah jalan, sementara di hujung barat dan timur jalan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Anto (49) salah seorang warga Sei Bilah saat ditemui melintas disekitar lokasi jalan yang baru selesai dikerjakan. Kamis (08/01/2026), mengaku senang dengan proyek yang dikerjakan, namun dirinya juga merasa kecewa karena proyek yang dikerjakan hanya beberapa meter.
"Semakin aneh kita lihat, dikerjakan tapi hanya sebatas ini, sementara diujung barat dan ujung timur jalan jalan yang sama kondisinya rusak parah, sudah sering warga mengalami kecelakaan akibat jalan yang rusak, belum lagi saat hujan, jalanan menjadi tenggelam dan terendam air dengan lubang dimana-mana," ucapnya sambil mengerutkan kening.
Senada Jali (50) yang notabene warga Sei Bilah, juga mengaku kecewa.
"Jalan Sei Bilah rusak dari Simpang 3 Curam sampai jalan pelabuhan, tapi kenapa yang dikerjakan (dihotmix) yang di tengah dari masjid Darussalam menuju simpang 4 Borboran dengan jarak hanya beberapa puluh meter, kenapa tidak dibangun dari ujung," ucapnya kesal.
Jalan Sei Bilah merupakan jalan utama dan selalu ramai digunakan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari, pendistribusian hasil tangkapan laut, hasil panen tambak ikan dan udang, serta pendistribusian hasil panen perkebunan dan pertanian.
"Setiap hari jalanan ini ramai dalam pendistribusian hasil laut, selain itu warga sekitar dari Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, juga mengunakan jalan ini dalam mengangkut hasil panen pertanian guna dibawa untuk dijual ke pajak (pasar) tradisional Pangkalan Brandan, tapi kondisi jalan ini tetap rusak tanpa perbaikan secara menyeluruh," ungkap Anto menambahkan.(Kurnia02)
