Jatah Solar Bersubsidi Nelayan Tradisional Dipermainkan ke Mafia Minyak


DikoNews7 -

Jatah BBM (bahan bakar minyak) terhadap para nelayan kecil selalu dipermainkan. Terduga pemainnya adalah pimpinan organisasi nelayan yang berkomplot dengan aparatur negara. 

Pembahasan minyak bersubsidi oleh pengurus dan Ketua DPC HNSI Kota Medan Rahman Gafiqi SH mengenai jatah solar bersubsidi terhadap nelayan Kampung Nelayan Sebrang, Kelurahan Belawan I. 

Lokasi - lokasi yang mendapatkan BBM (bahan bakar minyak) solar bersubsidi tepatnya di Lingkungan 12, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. 

Diskusi dan sosialisasi dihadiri puluhan nelayan bersama Kepling setempat.

Acara diskusi dipenuhi tanya jawab antara pengurus HNSI Kota Medan dan para nelayan tradisional terkait tata cara mendapatkan solar bersubsidi.

Hasil pertemuan, DPC HNSI Kota Medan mendapatkan data bahwa ada sekitar 200 lebih nelayan tradisional yang memiliki sampan 3 - 5 GT tidak pernah menikmati solar subsidi.

Dari pengakuan nelayan tradisional bernama Muslim kalau dirinya pernah difoto, diambil KTP, difoto di kawasan galon namun jatah solat bersubsidi tak pernah didapatkan

Sampan diukur diminta materai dan nelayan tradisional disuruh pulang lalu diberikan ongkos. 

Terpisah, sekitar tahun 2022 Bulan 10, HNSI Kota Medan di hotel Saka pernah membuat diskusi agar pihak Pertamina memberikan BBM bersubsidi kepada nelayan kecil khususnya 6 GT ke bawah. 

Saat itu nelayan tradisional sangat sulit  mendapatkan solar bersubsidi.

Acara dihadiri oleh BPH Migas, Hiswana Migas, Dinas DKP Provinsi dan pihak Poldasu, dan Polairud Poldasu. 

Pertemuan membuat kesepakatan agar nelayan kecil dapat menikmati BBM subsidi agar tepat sasaran. (ro)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel