Kadisdik Batu Bara Jarang Ngantor, Dugaan Penyimpangan Dana BOS & Kwitansi Kosong Mencuat
DikoNews7 -
Dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam pembayaran pengadaan barang mengguncang tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Batu Bara.
Dari penelusuran awak media, sejumlah sekolah SD ada dugaan praktik janggal dalam pengelolaan dana BOS.
Pihak sekolah diduga menerima kwitansi kosong dalam melakukan pembayaran barang tanpa mencantumkan nominal harga.
Praktik ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa telah terjadi manipulasi dalam pelaporan keuangan sekolah.
Dalam proses ini, pihak rekanan pengadaan barang mengantarkan kwitansi kosong lengkap dengan tanda tangan, dan stempel basah pemilik usaha.
Berdasarkan hal itu, bahwa permintaan itu melanggar hukum dan terindikasi kuat dugaan praktik korupsi yang terjadi dinaungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Batu Bara.
Permintaan kwitansi kosong tersebut, seperti pembayaran pengadaan spanduk HUT RI ke-80 dan spanduk HUT PGRI ke-80.
Pihak Disdik dan Inspektorat Batu Bara kini di tunggu publik untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana BOS dinaungan Disdik Batu Bara.
Menyikapi hal itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batu Bara, Wali Wala Azahari ketika di temui di ruang kerjanya tidak berada di tempat.
Informasi yang di dapat dari pegawai / staf Disdik Batu Bara mengatakan, bahwa pak Kadis jarang masuk dan lebih sering ngantor ke Lima Puluh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Ardat saat di hubungi malalui pesan WhatsApp, Senin (05/01/2026) sekira pukul 11.30 Wib dengan singkat menyebutkan, tidak tahu saya, itu interaksi pihak sekolah dengan pihak rekanan.
Reporter : Erwin.
