Massa FPA Minta Kapolri Copot Kapolres Pelabuhan Belawan
DikoNews7 -
Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Al Wasliyah (FPA) Sumatera Utara, menggelar aksi demo di Polres Pelabuhan Belawan, Selasa 10/02/2026.
Massa aksi bersama Ustad Darul dan Ustad Zul meminta kepada Kapolri untuk mencopot Kapolres Pelabuhan Belawan yang tidak peduli atas permohonan pihak Al Wasliyah Sumatera Utara.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara Demokratis yang berlandaskan hukum dan peraturan perundang - undangan.
Artinya Hukum dan Peraturan Undang - Undang adalah kekuasaan tertinggi di NKRI ini.
Oleh karenanya Pemerintah sebagai Pelaksana Hukum dan peraturan Perundang - undangan harus menjalankan Hukum dan Peraturan Perundang - undangan dengan sebaik - baiknya, ucapnya Ustad Darul dan Ustad Zul sambil bertakbir.
Koordinator Aksi, Charles Butar - Butar mengatakan, hal ini belum ada kami lihat di Polres Pelabuhan Belawan menjalankan Keputusan Hukum tertinggi di Negeri ini, yakni Keputusan Tetap (Inkrah) PK Mahkamah Agung terkait Tanah Milik Al Wasliyah yang berada di Jalan Serbaguna Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang.
Kami melihat bahwa Polres Pelabuhan Belawan tidak tanggap terhadap Permintaan Pengawalan yang dimintakan oleh Pengadilan Negeri Lubuk pakam.
Disamping itu, kami mengetahui bahwa pihak Al Wasliyah sudah melaporkan atas Penyerobotan lahan milik Al Wasliyah ke Polres Pelabuhan Belawan yang hingga saat ini tidak ada kemajuan atas laporan tersebut, sebut Charles.
Charles percaya bahwa Polres Pelabuhan Belawan sebagai Institusi penegakan hukum.
Oleh karena itu, maka Al Wasliyah melapor ke Polres Pelabuhan Belawan.
Namun Kepercayaan Al Wasliyah ternyata tidak mendapat respon dari pihak Polres Pelabuhan Belawan, kata Charles.
Menyikapi hal tersebut, maka kami dari Forum Peduli Al Wasliyah (FPA) Sumatera Utara menyatakan Sikap sebagai berikut :
1. Meminta Kapolri untuk Mencopot Kapolres Belawan atas sikap arogan Kapolres yang tidak mau menerima perwakilan dari Al. Wasliyah untuk beraudiensi mempertanyakan mandeknya hal - hal terkait Al Wasliyah.
2. Meminta Kapolri untuk Mencopot Kapolda Sumut yang tidak Respon terhadap Penegakan Hukum di Wilayah Sumatera Utara.
3. Meminta Kapolri untuk menurunkan Tim memeriksa PJU di Polres Pelabuhan Belawan yang telah 6 kali membatalkan Pelaksanaan Eksekusi, sementara sepengetahuan kami Penentuan tanggal eksekusi selalu atas keputusan Polres Belawan, artinya Polres Pelabuhan Belawan tidak bertanggungjawab atas Penentuan tanggal Eksekusi yang telah mereka keluarkan.
4. Meminta Kapolri untuk Memeriksa Kasat Reskrim dan Juru Periksa Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang hingga saat ini tidak menindaklanjuti Pengaduan Pihak Al Wasliyah, tegas Charles.
Pantauan media, kemacetan arus lalulintas sempat terjadi saat berlangsungnya aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat dan massa FPA. (Tim)
