AFT Diringkus Bersama 3 Rekannya Usai Membunuh Mantan Mertua
Anisa Florensia Tumanggor (AFT) ditangkap bersama 3 rekannya usai melakukan perampokan di rumah mantan mertuanya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026) lalu.
Keempat pelaku ditangkap di dua tempat berbeda yakni Aceh Tengah dan Binjai.
Anisa diduga menjadi dalang dalam pembunuhan dan perampokan yang menewaskan Dumaris Sitio.
Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya.
Aksi pembunuhan tersebut terekam kamera CCTV di dalam rumah.
Tampak di video ada empat orang yang masuk ke rumah terdiri dari dua wanita dan dua lelaki.
Satu dari empat pelaku diduga merupakan Anisa Florensia atau AF.
Dilihat dari video CCTV, tampak AF sempat mencium tangan Dumaris.
Ia kemudian berbincang dengan korban yang duduk di kursi.
Tak berselang lama datang pria membawa balok kayu.
Dia langsung menghantam wajah dan kepala korban berulang kali.
Bahkan ketika Dumaris sudah terkapar, pelaku masih memukul korban.
Anisa sempat menikah dengan anak Dumaris Sitio pada 2022.
Pernikahan mereka hanya bertahan satu tahun.
Meski sudah cerai namun Dumaris masih menjaga hubungan dengan Anisa.
Korban bahkan sering membantu Anisa.
Awal April 2026 juga Anisa sempat mendadak menemui korban di rumah.
Saat itu Dumaris Sitio justru kehilangan barang berharga.
Oleh karena itulah pihak keluarga memutuskan untuk memasang kamera pengawas CCTV di rumah.
CCTV itu pula yang membongkar aksi keji Anisa dkk.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya cincin kawin 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas seberat 10 gram, uang tunai 400 dolar dolar Singapura, satu unit handphone Samsung A55 5G, satu unit musik box, dan satu unit speaker.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban.
Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan, namun korban memilih tetap tinggal di rumah.
Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali, ia mendapati pintu rumah terbuka dan kondisi kamar sudah berantakan.
Setelah mencari ke sejumlah ruangan, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka di wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.
Sumber : Posmetromedan.
Editor : Diko.
