GRANAT Desak Polda Sumut Habisi Jaringan Narkoba di Hamparan Perak


DikoNews7 -

Jaringan peredaran narkotika mengakar kuat di Hamparan Perak. Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) DPD Sumatera Utara mendesak Kepolisian Daerah Sumut segera melakukan operasi tegas dan terukur untuk membongkar jaringan narkotika tersebut.

Disebut-sebut gembong narkoba jenis sabu tersebut datang dari kawasan Kabupaten Langkat. 

Humas GRANAT DPD Sumut, Charlie, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat, namun menilai penindakan yang ada belum cukup menjawab eskalasi persoalan di lapangan. 

“Kami mendukung penuh Polda Sumut untuk membersihkan jaringan narkoba di Hamparan Perak. Ini sudah mendesak,” ujarnya.

Desakan itu bukan tanpa dasar. Dalam beberapa bulan terakhir, warga mencatat lonjakan kriminalitas yang signifikan. 

Aksi pencurian disebut terjadi hampir setiap hari, mulai dari sepeda motor, hasil kebun kelapa sawit, hingga pembobolan rumah warga. Bahkan, tabung gas rumah tangga pun tak luput dari sasaran pelaku.

Kondisi ini mempertegas keterkaitan antara maraknya peredaran narkotika dengan meningkatnya kejahatan konvensional.

“Narkoba menjadi pemicu. Dampaknya langsung ke keamanan warga,” kata Charlie.

Rasa aman masyarakat kian tergerus setelah dua sepeda motor milik perangkat desa dan tokoh organisasi kepemudaan dilaporkan hilang dicuri dalam waktu berdekatan. Insiden itu memantik kemarahan publik.

Sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, dan warga dikabarkan tengah menyiapkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk tekanan terhadap aparat penegak hukum agar segera bertindak.

Hasil penelusuran warga menunjukkan sejumlah titik rawan yang diduga menjadi kantong peredaran narkoba, antara lain Dusun 11 dan Dusun 12 Gudang Atap di Desa Kota Datar, serta Desa Lama, Desa Hamparan Perak, Desa Paya Bakung, dan Desa Klambir Lima Kebun.

Kawasan Desa Kota Datar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat bahkan disebut sebagai jalur distribusi utama. Warga menduga pasokan narkotika banyak berasal dari wilayah tersebut.

Di tengah situasi yang dinilai kian tak terkendali, masyarakat mendesak aparat kepolisian turun langsung dan mengambil langkah konkret. 

“Hamparan Perak jangan dibiarkan seperti wilayah tanpa hukum,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Desakan publik kini mengerucut pada satu tuntutan: operasi besar-besaran untuk memutus rantai peredaran narkoba yang dituding telah merusak sendi keamanan dan kehidupan sosial warga. (ro)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel