Jelang Natal Tahun 2019, Polda Sumut Gelar Rapat Dengan Komisi III DPR RI


DN7 | Medan - 

Polda Sumut dengan Komisi III DPR RI rapat dalam Rangka Pemantauan Pengamanan Menjelang Perayaan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020 bertempat di Aula Tribrata Lt. I Mapolda Sumut. Rabu (4/12) sekira pukul 13.30 Wib.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH di dampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K, M.Hum, Irwasda Polda Sumut, PJU Polda Sumut para Kapolresta/tabes dan Kakanwil Kumham Provsu dan staf. 

Tim Kunker Spesifik Komisi III DPR RI Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Mulfacri Harahap, SH., MH Beserta para anggota. Pukul 11.00 Wib, Bapak Kapolda beserta PJU menjemput Tim Komisi III DPR RI yang bertempat di Ruang VVIP Bandara KNIA. Kemudian Rombongan Tim Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolda Sumut beserta PJU bergerak menuju Mapolda Sumut.

Pukul 12.45 Wib, telah dilaksanakan kegiatan jamuan makan siang oleh Kapolda Sumut kepada Tim Komisi III DPR RI yang bertempat di Lobby Adhi Pradana, Mapolda Sumut. Kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Spesifik oleh Tim Komisi III DPR RI yang bertempat di Aula Tribrata.

Kapolda Sumut menjelaskan, tentang Trend Gangguan Kamtibmas Yang Terjadi Di Polda Sumatera Utara Periode Januari S.D. Oktober 2019 Dibandingkan Dengan Periode Yang Sama Pada Tahun Sebelumnya (2018). 

Pada Data Penggolongan Kejahatan Yang Terdiri Dari Kejahatan Konvensional, Transnasional, Kekayaan Negara Dan Kejahatan Yang Berimplikasi Kontinjensi, Secara Umum Terjadi Trend Penurunan Khususnya Kejahatan Konvensional Dan Kejahatan Transnasional, Sedangkan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara Mengalami Kenaikan Namun Tidak Terlalu Signifikan Dan Penanganan Kasus-Kasus Dimaksud Juga Telah Dapat Diselesaikan Dengan Tingkat Penyelesaian Antara 66% S.D. 84%. 

Dari Uraian Tersebut Diatas Terlihat Bahwa Kejahatan Konvensional Lebih Mendominasi Gangguan Kamtibmas Disusul Dengan Kejahatan Trans Nasional.

Kapolda menyampaikan bahwa berdasarkan data Crime Index (Kasus Menonjol) yang terjadi pada periode Januari S.D. Oktober 2019 dengan kategori jenis kejahatan diantaranya kasus curas, curat, curanmor, anirat, pembunuhan, Pemerasan / Pengancaman, Narkoba, Penyelundupan, Illegal Logging, Dan Korupsi, Maka Kasus Narkoba Merupakan Kasus Yang Paling Menonjol (5.161 Kasus), Disusul Curat (3.365 Kasus), Curanmor (2.236 Kasus), Anirat (1.955 Kasus), Curas (592 Kasus), Pembunuhan (94 Kasus), Peras / Ancam (503 Kasus), Korupsi (20 Kasus), Illegal Logging (27 Kasus) Dan Penyelundupan (4 Kasus).

Saat Ini Polda Sumut Sedang Mempersiapkan Pengamanan Hari Besar Keagamaan Yaitu Perayaan Natal 2019 Dan Tahun Baru 2020 Dengan Melaksanakan Operasi “Lilin Toba - 2019”, Dalam Bentuk Pemeliharaan Keamanan Dengan Mengedepankan Kegiatan Preemtif Dan Preventif Yang Didukung Penegakan Hukum Serta Deteksi Dini Dalam Rangka Pengamanan Perayaan Natal 2019 Dan Tahun Baru 2020 Guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif Di Wilayah Sumatera Utara.

Dalam Rangka Menangkal Paham Radikalisme Dan Terorisme , Polda Sumut Merencanakan Kegiatan Melakukan Forum  Group Discussion Dialog Dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Budaya, Serta Muspida Dalam Rangka Mencari Solusi Dalam Penangkalan Paham Radikalisme; Mengumpulkan Para Pimpinan Pesantren, Lembaga Pendidikan Berbasis Agama Dan Universitas Yang Ada Di Sumatera Utara Untuk Memberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme.

Memberikan Edukasi Tentang Bahaya Radikalisme Di Sekolah-Sekolah Pada Kegiatan Police Goes To School, Pembina Upacara Serta Kegiatan Pembinaan Kesiswaan.

Polda Sumut dan Polrestabes Medan Selanjutnya Telah Melakukan Langkah-Langkah Untuk Mencegah Terulangnya Kembali Kasus Pembuangan Bangkai Babi Ke Sungai-Sungai Yang Ada Di Wilayah Kota Medan Dan Sekitarnya.

Diantaranya yaitu, Membentuk Tim Khusus Penyelidikan Dan Penyidikan Pembuangan Bangkai Babi Ke Aliran Sungai Dan Di Sekitar Pemukiman Warga, Melakukan Penyelidikan Dengan Menyisir Pemukiman Warga Yang Memelihara Ternak Babi Serta Melakukan Sosialisasi Kepada Warga.

Apabila Ditemukan Babi Yang Mati Dikarenakan Virus Hog Cholera Agar Menguburkan Dan Tidak Membuang Ke Aliran Sungai Yang Bisa Berdampak Terhadap Pencemaran Lingkungan, Melakukan Penyidikan Dengan Ditemukannya Kasus Pembuangan Bangkai Babi Yang Terjadi Di Wilayah Hukum Polsek Sunggal dengan tersangka A.N. Senang Hati Bulolo.

Dalam Menanggulangi Berkembangnya Paham Radikalisme dan Terorisme, Polda Sumut Telah Melakukan Kerjasama Dengan Instansi Terkait Antara Lain Bin, Bnpt, Imigrasi Dan Pemerintah Daerah.
Adapun Pola Koordinasi Dengan Bin Yaitu Dengan Mengikuti Rapat Kominda Setiap Bulannya Yang Melibatkan Instansi Terkait, Guna Membahas Situasi Yang Berkembang Di Sumatera Utara Seperti,

1. Permasalahan Kelompok Radikalisme Dan Terorisme, Untuk Mengantisipasi Potensi Kerawanan Yang Akan Terjadi;
2. Penanggulangan Kejahatan Pidana Umum Yang Meresahkan Masyarakat; 
3. Penggalangan Terhadap Kelompok Yang Menentang Kebijakan Pemerintah;
4. Meminta Masukan Dari Instansi Terkait Untuk Dijadikan Sebagai Langkah-Langkah Dalam Rangka Menemukan Solusi.

Bapak Kapolda menjawab pertanyaan dari anggota Komisi III DPR RI, yang sebagian besar menyampaikan mudah-mudahan dalam persiapan pengamanan natal nanti dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dengan mengerahkan satuan fungsi Polri seperti Brimob dan sabhara. 

Salah satunya dengan cara mengatur parkir agar jauh dari lokasi ibadah dan mengecek setiap orang yang ingin masuk gereja sehingga terjauh dari hal-hal yang tidak di inginkan. 

Terkait dengan kasus terorisme di Sumut merupakan tugas dari Densus 88 Wilayah Sumut yang bekerja sama dengan Dit Intelkam Polda Sumut untuk terus mengungkap dan menangkap jaringan kelompok terorisme yang salah satunya peledakam bom di Polrestabes Medan. Tandasnya. (Asen)

Editor : Sapta

No comments

Powered by Blogger.