Header

SOKSI Sumut Beberkan Sejumlah Alasan Usul Musa Rajekshah Calon Gubernur 2024

Foto : Selain mengusulkan Musa Rajekshah sebagai Cagubsu, Rapimda SOKSI Sumut juga sudah bulat siap mendukung dan memenangkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menjadi Presiden Republik Indonesia pada 2024.

DikoNews7 -

Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II Sentral Organisasi Karyawan Swadiro Indonesia (SOKSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan kepada Partai Golkar agar Musa Rajekshah menjadi calon Gubernur Sumut (Cagubsu) pada 2024.

Hal itu disampaikan Ketua Depidar II SOKSI Sumut, Sangkot Sirait, dalam konferensi pers di Kantor Depidar II SOKSI Sumut, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, pada Kamis, 4 November 2021. Musa Rajeksha saat ini menjabat Wakil Gubernur Sumut dan Ketua Golkar Sumut.

"Usulan itu merupakan satu dari dua keputusan strategis terkait Rapat Pimpinan Daerah atau Rapimda yang kita laksanakan di Hotel Polonia, Medan, Sabtu, 30 Oktober 2021, kemarin," kata Sangkot.

Dijelaskannya, selain mengusulkan Musa Rajekshah sebagai Cagubsu, Rapimda SOKSI Sumut juga sudah bulat siap mendukung dan memenangkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menjadi Presiden Republik Indonesia pada 2024.

"Pencalonan Pak Airlangga sudah diputuskan pada Munas Golkar dan Munas SOKSI. Atas dasar itu, Soksi Sumut berkewajiban merealisasikan keputusan-keputusan yang sudah diinstruksikan pusat," jelasnya.

Disebutkan Sangkot, terkait keputusan strategis meminta dan mengusulkan kepada Partai Golkar agar Musa Rajekhsah dicalonkan menjadi Cagubsu pada 2024, agar seluruh kader SOKSI Sumut berkewajiban selaku organisatoris mendukung dan memenangkan.

"Keputusan diambil, tentunya banyak persepsi. Mungkin, ada yang bilang ini mau cari muka dan lain-lain. Saya jawab dengan tegas, ada empat alasan penting SOKSI menyepakati dua keputusan strategis," sebutnya.

Sangkot mengungkapkan, alasan pertama, berangkat dari tuntutan dan doktrin organisasi SOKSI, karena SOKSI organisasi pendiri Partai Golkar, maka sudah menjadi kewajiban dan tugas mengawal untuk memenangkan Partai Golkar.

"Maka, perlu membuat bingkai kemenangan. Sebab, tidak bisa dipisahkan SOKSI dengan Golkar. Bukan soal diminta atau tidak, dana diterima atau tidak. Kewajiban kami mengawal, membesarkan, dan memenangkan Golkar, termasuk simbol-simbol partai. Ketua itu simbol partai," ungkapnya.

Alasan kedua, ucap Sangkot, agar menjadi perhatian Partai Golkar. Hal ini perlu karena SOKSI Sumut sangat simpatik dengan kesiapan Musa Rajekshah di tengah kesibukannya menjadi Wagub Sumut, masih mau mengurus dan membesarkan Partai Golkar.

"Kita sama-sama tahu bagaimana jerih payah beliau memimpin hingga membesarkan Partai Golkar," tuturnya.

Lalu, alasan ketiga, untuk kemenangan Partai Golkar pada kontestasi politik, baik skala daerah maupun nasional. Sebab, semangat kader akan lebih tinggi jika ketua partai yang diusung untuk dimenangkan. Sedangkan alasan keempat, SOKSI berupaya membingkai satu prinsip untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan partai.

"Intinya, siapa yang masih keluarga besar SOKSI, ketika lari dari keputusan Rapimda akan mendapat sanksi organisasi," tegasnya.

Pada Rapimda yang dilaksanakan SOKSI Sumut, peserta berasal dari perwakilan 20 kabupaten dan kota. Turut hadi Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI, yaitu Sekretaris Jenderal, Mukhamad Misbakhun, Ketua Umum, Ahmadi Noor Supit, dan Wakil Ketua Umum.

"Ditambah utusan lembaga konsentrasi dan pengurus SOKSI Sumut," tandasnya. (*)

 

 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel