Meresahkan Warga, Status Ketua RT FG Dipertanyakan ?
DikoNews7 -
Masyarakat merasa resah tentang keberadaan dan isu adanya pengangkatan salah satu aparat desa yaitu Ketua RT di lingkungan 01 dusun 4 desa Helvetia kecamatan Labuhan Deli kabupaten Deli Serdang yang berinisial FG sampai hari ini masyarakat masih bertanya-tanya apakah FG sudah sah jadi ketua RT atau bodong alias RT gadungan dimana sampai hari ini masyarakat belum mendapatkan informasi atau pemberitahuan resmi dari kantor desa setempat yang ada hanya pengakuan sepihak dari oknum ketua RT tersebut.
Bersamaan dengan itu setelah muncul ketua RT masyarakat juga merasa aneh tiba-tiba muncul masalah penutupan kandang babi warga yang notabenenya selama ini tidak ada masalah dan tidak ada warga yang keberatan.
Usut punya usut menurut informasi dari masyarakat bahwa yang keberatan penutupan kandang babi itu adalah si RT itu sendiri dan diduga salah satu adek kandungnya yang mengatasnamakan masyarakat dan di duga salah satu panti asuhan yang baru pindah di tanah ketua RT tersebut. Kuat dugaan masyarakat ini ada unsur politik busuk.
“Sebelum dia menjadi ketua RT kami disini tidak pernah diusir bang, piaraan kami hanya satu dua ekor pun, kenapa setelah dia menjadi aparat desa Dia seperti meneror kami warga disini, mohon kepada pemerintah Deli Serdang untuk menertibkan ketua RT ini”, ujar salah satu pemilik kandang babi berinisial S.
Warga lainnya juga merasa aneh dan ada yang janggal tentang pengakuan sepihak ketua RT ini karena mereka menilai kepala Desa arogan dan tidak menghargai masyarakat terlihat yang semena-mena dia mengangkat aparatnya tanpa koordinasi dengan masyarakat dusun empat.
“Saya heran bang,, kok tiba-tiba dia mengaku Ketua RT kami disini, ini kan perdana ,siapa yang mengangkat dia jadi Ketua RT ? Kalau kepala desa lalu kenapa kepala desa tidak memberitahukan kepada masyarakat disini ? Terus kenapa pihak Desa juga bungkam soal isu adanya pengangkatan aparat tersebut, terkesan Pihak Desa meremehkan kali kami masyarakat serbaguna ujung ini sehingga suka-suka dia saja angkat aparatnya tanpa dilibatkan masyarakat disini”, ujar salah satu warga.
Lebih lanjut masyarakat mendesak kepala Desa Helvetia untuk mencopot ketua RT FG karena dinilai meresahkan masyarakat dan juga cacat hukum dan cacat administrasi karena masyarakat menunggu pengakuan dari pihak desa belum juga kunjung diberikan penjelasan resmi sementara yang bersangkutan sering ikut melakukan razia masyarakat serbaguna.
”Pokoknya Kami minta kepala desa Helvetia Agus Salim untuk klarifikasi keberadaan dan pengangkatan ketua RT di lingkungan kami, karena kami masyarakat merasa resah dan bahkan tidak nyaman kehadiran oknum RT tersebut karena kami belum terima pemberitahuan secara resmi dari kantor desa Helvetia", ujar warga lainnya yang tidak mau disebutkan namanya.
Selain itu hal yang membuat aneh warga adalah ketua RT FG ini tiba-tiba berubah lagi pangkatnya dari ketua RT berubah menjadi wakil kepala Dusun padahal Jabatannya menjadi ketua RT saja masih belum diketahui masyarakat sudah berubah lagi menjadi wakil kepala dusun
”Kami sangat dirugikan bang sebagai masyarakat, ketua RT ini tiba-tiba sudah berubah lagi pangkatnya menjadi wakil kepala dusun,,entah berubah jadi apa lagi besok dia,, bisa-bisa jadi bupati sekalian atau menjadi ketua DPRD kabupaten Deli Serdang itu kan aneh menurut kami, pokoknya kami minta diluruskan ini oleh kepala desa dan mencopot itu ketua RT atau wakil kepala dusun", ujar Yf Bu’u Lolo lebih jauh menjelaskan kepada wartawan.
Kepala Desa Helvetia Agus Salim S.E ketika dikonfirmasi oleh wartawan terkait penutupan kandang babi serta kaitannya terhadap pengangkatan ketua RT Kepala Desa hanya menjawab Singkat saja ”Saya tdak menggunakan kekuasaan. Sesuai info yg bg trima, namun ni berdasarkan keluh kesa dan pengaduan masyarakat. Tq bg".
Ditempat terpisah ketika dikonfirmasi kepada ketua RT FG dia mengatakan bahwa tugasnya hanya membantu perpanjangan tangan kepala desa dan kepala dusun tanpa merinci apakah dia sudah disahkan oleh desa dan apakah sudah diketahui oleh masyarakat.
“Menurut petunjuk nya bahwa saya di tugaskan untuk membantu perpanjangan tangan kepala desa dan kepala Dusun. Dalam menyampaikan birokrasi kpd masyarakat”, ujar FG ketika dihubungi.
Beliau juga mengatakan bahwa segala pertanyaan wartawan agar ditanya langsung sama pimpinan dia ,,kepala desa Helvetia.
”Gini ja bg. Tanya ja kpd pimpinan saya", ujarnya lagi menjelaskan. (Tim)
Dilansir dari : Metronews88
Editor : Diko.
