Rusak Usai Dikerjakan, Hingga 4 Bulan Jalan Sidodadi Harapan Jaya Tanpa Perbaikan


DikoNewa7 -

Berjalan dua (2) tahun kepemimpinan H Syah Afandin dan Tiorita Br Surbakti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Langkat, masyarakat terus menyoroti pembangunan infrastruktur yang dianggap lamban hingga menghambat perekonomian. Jumat (17/04/2026).

Saat ini beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat, masih dihadapkan dengan banyaknya kondisi jalan yang rusak, baik itu jalan kabupaten, jalan provinsi  maupun jalan desa yang menjadi urat nadi transportasi perekonomian masyarakat.

Bukan itu saja, pembangunan infrastruktur yang dilakukan juga terus menjadi bahan pembicaraan hangat ditengah masyarakat, tak jarang hasil pembangunan infrastruktur jalan kualitasnya sangat buruk hingga dalam hitungan hari dan bulan sudah mengalami kerusakan.

Seperti yang terlihat dalam pembangunan jalan aspal hotmix Lingkungan I Sidodadi, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumut, yang dikerjakan pada akhir Desember 2025 lalu, kondisi jalan sudah mulai mengalami kerusakan usai dikerjakan.

Kerusakan terbentang hingga beberapa meter dengan kondisi jalan berlubang dan bergelombang, sementara dibeberapa titik lainnya, jalan terlihat pecah dan retak hingga sulit dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat, keadaan ini kerap menimbulkan kecelakaan bagi para pengendara motor apalagi disaat hujan.

Namun hingga April 2026, jalan yang rusak dibiarkan tanpa ada tanda-tanda akan diperbaiki, hingga masyarakat mempertanyakan biaya perawatan dari anggaran yang dikucurkan.

"Dalam hitungan hari selesai dikerjakan sudah rusak, hingga saat ini kerusakan semakin parah tanpa perbaikan, mana anggaran 5% dari alokasi anggaran pembangunan untuk perawatan dan perbaikan, kenapa sampai saat ini belum diperbaiki," ucap Rahman (49) warga Harapan Jaya.

Senada, Dedi (39) warga sekitar juga menyampaikan kekecewaan terhadap pembangunan yang dilaksanakan, dimana dirinya merasa pembangunan yang dilakukan hanya sekedar cari untung tanpa memikirkan kualitas.

"Hitungan hari sudah rusak, kualitasnya sangat buruk dan aspal hotmixnya sangat tipis, bertahun kita dambakan perbaikan jalan yang layak agar masyarakat kita mudah beraktifitas, namun begitu dapat proyek kualitasnya sangat jelek, ini proyek cari untung tanpa memikirkan kualitas," ucapnya kecewa.

Lebih lanjut dikatakannya, kan ada sisa anggaran 5% untuk biaya perawatan dan perbaikan, kemana anggaran itu kenapa tidak dilakukan perbaikan jalan yang rusak.

"Kita harap Pemerintah Kabupaten Langkat melalui dinas terkait merespon keadaan ini untuk segera memperbaiki jalan yang rusak, jangan dibiarkan begitu saja karena masih dalam tahap perawatan, jika dibiarkan terus uang negara akan terbuang percuma dan kerusakan akan semakin parah," tegasnya.

Diketahui, dari situs data Layangan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Langkat, proyek  jalan hotmix ini tendernya dimenangkan dan dikerjakan oleh CV Wampu, dengan nilai pagu paket Rp 699.874.000.00,- dengan nilai HPS paket Rp 680.161.000.00,- bersumber dari dana APBD 2025.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Langkat, Khairul Azmi.S.Stp sudah beberapa kali coba ditemui dikantornya untuk dikonfirmasi, namun tidak berhasil bertemu, begitu pula saat di hubungi via telepon aplikasi WhatsApp namun nomornya tidak aktif sampai akhirnya berita ini dimuat ke media. (Kurnia02)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel