Benang Kusut Pendataan Bansos Covid-19, Kadinsos Langkat Lari Saat di Konfirmasi Wartawan



DN7| Langkat - Terkait amburadulnya pendataan bantuan bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19 Kabupaten Langkat, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Langkat Rina Wahyuni Marpaung, saat akan di konfirmasi berusaha menghindar dan lari dari wartawan.

Hal ini terjadi saat para awak media baik dari media online dan cetak, Selasa (12/5/20) menungggu Kadinsos Langkat  beserta jajaran dari Forkopimda Kabupaten Langkat, diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat dr.H Indra Salahudin.M.Si, Ketua DPRD Langkat H.Suria Alam, Kapolres Langkat yang diwakili  KA OPS AKP.S.H.Ginting, Camat Besitang Ibnu Hajar.S.Sos, sesaat setelah menyerahkan bantuan sosial (bansos) secara simbolis bagi masyarakat miskin di balai pertemuan Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Dimana para awak media yang sudah menunggu sejak siang, guna melakukan konfirmasi terkait hasil Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) warga miskin penerima bantuan terdampak Covid-19, yang dianggap banyak bermasalah.

Menyebabkan banyak warga miskin yang tidak terdata, bahkan banyak ditemui dibeberapa desa dan kelurahan, warga mampu dan warga penerima PKH masuk dalam DTKS sebagai penerima bantuan.

Rina Wahyuni Marpaung tidak menjawab pertanyaan wartawan, dirinya berlalu pergi dengan tergesa-gesa tanpa memperdulikan wartawan yang sudah menunggu, sambil berkata "Itu tanyakan saja kepada Pak Camat", ucapnya sambil masuk kedalam mobil meninggalkan awak media.

Tentunya hal ini membuat para awak media kecewa, dimana sikap yang ditunjukan oleh Kadinsos Langkat tidak mencerminkan keterbukaan informasi terkait pendataan yang dilakukan.

Ramlan.AZ salah seorang wartawan dari media online Harian9.com mengatakan dirinya sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukan oleh Kadinsos Langkat, seakan Rina Marpaung tidak menghargai profesi wartawan yang berjuang demi menyampaikan informasi berita yang akurat.

"Etika yang ditunjukan tidak mencerminkan sebagai seorang pejabat dan publik figur, Kadis Kesehatan Rina Marpaung seakan menutupi informasi terkait masalah bansos Covid-19 ini", ucap Ramlan kesal

Dirinya juga menambahkan, sebagai Kadinsos Kabupaten Langkat, seharusnya beliau memberikan informasi yang akurat kepada warga tentang pendataan dan penyaluran bantuan yang dilakukan, apalagi dengan banyaknya ditemui permasalahan yang terjadi.

Untuk itu, kita minta Bupati Langkat Terbit Rencana PA, untuk mengevaluasi posisi Rina Marpaung sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Langkat, imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah Kabupaten Langkat, telah menyalurkan 74.621 paket sembako berupa 2 rak telur dan 10 kg beras, kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19, yang tersebar di 23 Kecamatan se Kabupaten Langkat.

Namun banyak warga miskin tidak terdata, padahal mereka sangat memerlukan bantuan guna sedikit meringankan beban ekonomi yang dialami, sebaliknya banyak ditemui warga yang dianggap mampu dan warga penerima PKH masuk dalam DTKS sebagai penerima bantuan. (Kurnia02)

Editor : Sapta




No comments

Powered by Blogger.