Ditetapkan Tersangka, Oknum Honorer RSUD Batu Bara Sebulan Tidak Masuk Kerja



DikoNews7 -

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batu Bara diduga terkesan lambat mengambil keputusan terhadap bawahannya. 

Informasi diterima, oknum honorer berinisial Z yang bertugas dibagian jenazah jarang masuk kerja. Oknum Z juga disebut-sebut sudah ditetapkan tersangka oleh pihak Polres Batu Bara bahkan sudah dua kali dilakukan penangkapan tapi pelaku melarikan diri.

Pasalnya, pelaku pada Rabu (07/02/2024) sekira pukul 22.30.Wib melakukan pengeroyokan terhadap MHS (27) Warga Lingkungan VI kelurahan Labuhan Ruku, kecamatan Talawi, pasca bertanding Futsal di lapangan Desa Gambus laut, kecamatan Lima Puluh Pesisir.

Sejak kejadian itu Z enggan masuk kerja, akibat ulahnya ini, dia dinilai telah mencoreng nama baik RSUD Batu Bara.

Menurut Direktur RSUD Batu Bara dr Guruh Wahyu Nugraha melalui OK Sahril Kasie Keperawatan saat di konfirmasi DikoNews7-, Kamis, (28/03/2024) mengatakan, memang selama ini enggak nampak sudah hampir sebulan di RSUD, kami tidak tahu masalahnya apa.

Mungkin masalah kasusnya yang kemarin itu, itu tergantung BKD. Hampir sebulan tidak masuk kerja tidak ada pemberitahuan, sebut Sahril.

Pada dasarnya saat ada pasien kami panggil dia (Z-red) karena pasien kan sering rutin datang, panggil dia datang tepat waktu, tetapi dalam sebulan ini tidak pernah datang lagi mungkin ada masalahnya kami biarkan saja, tuturnya.

"Untuk sementara ini biarkan fokus dengan masalahnya, tapi karena sudah tersangka ya, serahkan ke BKD kalau perlu dipanggil dan dikasih SP," kata Sahril.

Oknum Z tersebut sudah mengabdi sebagai honorer di RSUD Batu Bara ini hampir 7-8 tahun, termasuk orang lama di RSUD dan selama ini dia (Z) termasuk orang baik disini.

Tapi, kok bisa ada masalah seperti ini, kami pun tidak menyangka sama sekali dan dia pun lulus PPPK, terkait dengan lulus PPPK nya BKD lah yang tahu itu, karena BKD yang prosesnya. Kami hanya etika dan disiplin, paparnya.

Dikatakan Sahril, memang hampir sebulan ini tidak ada pemberitahuan, kemarin itu pernah izin sebanyak dua kali, hingga sekarang tidak dapat dihubungi lagi.

Harapan saya, sebaiknya damailah kedua belah pihak jangan terjadi lagi perselisihan dan perseteruan lagi.

Reporter : Erwin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel