Bosan di Polres Asahan, Kasat Narkoba Minta Dimutasi? Pernyataan AKP Mulyoto Tuai Sorotan


DikoNews7 -

Awak media dikejutkan dengan pernyataan Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto SH MH, saat di konfirmasi terkait pemberitaan dugaan persoalan penanganan kasus narkoba yang menyeret institusinya.

Alih-alih memberikan klarifikasi yang substansial dan menenangkan publik, AKP Mulyoto justru melontarkan pernyataan yang dinilai bernada santai dan kontroversial.

“Alhamdulillah semoga terkabul. Uda bosan di Kisaran. Info habis Lebaran geser kita ke Polda,” ucapnya menanggapi pertanyaan awak media.

Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi keras. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Asahan, respons tersebut dinilai tidak mencerminkan keseriusan dan tanggung jawab seorang pejabat penegak hukum.

Sejumlah kalangan menilai, pernyataan itu justru mempertegas kesan bahwa kritik publik tidak dijawab dengan evaluasi, melainkan dengan sikap defensif dan keinginan untuk hengkang dari jabatan.

Desakan pun mengarah kepada Kapolda Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara, agar segera mengambil langkah tegas.

Evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dan komitmen pemberantasan narkoba di wilayah Asahan dinilai mendesak dilakukan demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan masyarakat.

Di tengah darurat narkotika yang masih menjadi ancaman serius di Sumatera Utara, publik menuntut keseriusan, bukan kelakar jabatan.

Diakhir, Mulyoto menambahkan,"udah cukup 1.5 Tahun kasat Narko.  Siapa itu yang buat beritanya. Tolong sampaikan ucapan terima Kasih kita".

Sebelumnya, Koordinator MAKI Sumut, M. Nanda Tambunan. Ia menilai pengungkapan yang dilakukan belum menyentuh akar persoalan peredaran narkoba di wilayah hukum Asahan. 

Apresiasi pengungkapan Kasus Narkoba Skala besar sesuai rilis pemberitaan, namun tidak menyentuh ke akar masalah Narkoba di Wilayah Hukum Polres Asahan. Ucap Nanda. 

Nanda menambahkan, pola pengungkapan yang dilakukan saat ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam penanganan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Asahan. 

Menurutnya, kegiatan tersebut terkesan sekadar memenuhi target program pemberantasan narkoba yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia, tanpa diiringi langkah konkret untuk membongkar dan menindak tegas para pelaku utama bisnis haram yang diduga masih bebas beroperasi di tengah masyarakat Asahan. 

“Kalau bisa menangkap yang melintas, kenapa tidak bisa membasmi yang menetap? Ini terkesan seperti drama penegakan hukum,” tegas Nanda. 

Menurutnya, pola penindakan yang dilakukan sejauh ini lebih banyak menyasar kurir atau pelaku lapangan yang ingin mengedarkan diluar daerah bukan didalam Daerah.  tanpa menyentuh pemilik dan pengendali jaringan yang diduga masih aktif beroperasi. 

Ia menyebut, metode pengungkapan tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan narkoba secara menyeluruh di Wilayah Hukum Asahan melainkan hanya sebatas operasi target untuk memenuhi tuntutan institusi. 

MAKI Sumut pun memberi pernyataan keras. Jika tidak mampu membasmi peredaran narkoba hingga ke akar di wilayah hukumnya, Nanda meminta Kapolres dan Kasat Narkoba Polres Asahan untuk mundur dari jabatannya. 

Jangan bermain Drama lah Polres Asahan, tangkap bandar bandar yang masih eksis edarkan Narkoba di Wilkum Bapak. kalau tidak mampu, Baiknya mundur saja. Tutup nanda. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait kritik tersebut.

Reporter : Sulaiman / Ginda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel