Jalan ke Pelabuhan Internasional Belawan Rusak Parah, Ini Kata Humas PT Pelindo
DikoNews7 -
Akses menuju Pelabuhan Internasional Belawan kian memprihatinkan, Senin 20/4/2026.
Jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas ekspor impor di utara Kota Medan itu hancur lebur, dipenuhi lubang besar dan genangan air yang menyerupai kubangan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi hampir di sepanjang ruas jalan, mulai dari kawasan Kampung Salam hingga pintu gerbang pelabuhan.
Permukaan jalan bergelombang, berlubang, dan di beberapa titik berubah menjadi kolam kecil saat hujan turun.
Kondisi ini tidak hanya menghambat arus logistik, tetapi juga membahayakan warga pengendara.
Di dekat kawasan perkantoran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, kerusakan tampak paling parah.
Sebuah lubang besar sepanjang sekitar 10 meter menganga di badan jalan tak jauh dari kantor PT Pelindo, terisi air dan nyaris tak terlihat oleh pengendara yang melintas.
Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan roda dua dan truk bermuatan berat.
Keluhan pengguna jalan bukan hal baru. Namun hingga kini, tidak terlihat adanya perbaikan signifikan dari pihak terkait.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius soal tanggung jawab atas infrastruktur vital yang menopang aktivitas ekonomi nasional tersebut.
Humas Pelindo Regional 1, Rizka Ameylina menyatakan bahwa pihaknya belum dapat melakukan perbaikan karena status jalan berada di luar kewenangan perusahaan.
Pelindo, kata dia, masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Medan.
“Perbaikan harus mengikuti ketentuan yang berlaku karena jalan tersebut bukan berada dalam kewenangan kami,” ujar Rizka melalui pesan singkat.
Pernyataan itu menegaskan tarik-ulur tanggung jawab antara koorporasi dan pemerintah daerah.
Di satu sisi, pelabuhan beroperasi penuh dan menjadi simpul penting perdagangan internasional.
Di sisi lain, akses menuju fasilitas tersebut justru dibiarkan rusak tanpa kejelasan penanganan.
Kondisi ini menjadi ironi bagi pelabuhan yang menyandang status internasional.
Di tengah dorongan peningkatan daya saing logistik nasional, infrastruktur dasar justru terabaikan.
Tanpa perbaikan segera, kerusakan jalan dikhawatirkan semakin parah dan berpotensi mengganggu rantai distribusi barang dalam skala lebih luas. (ro)
