Suhu Politik Memanas! Permainan di BUMDes Bina Sejahtera Desa Kota Datar Mulai Terkuak


DikoNews7 -

Suhu politik terus memanas! Mulai terkuak pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa terakhir berantakan. 

BUMDes Bina Sejahtera Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang diduga mangkrak, Kamis (28/5/2026).

Peningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang digadang-gadang bakal mensejahterakan warga desa, terakhir 360 derajat berbalik arah. 

BUMDes Bina Sejahtera Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang tak berujung pangkal. 

Diketahui BUMDes Bina Sejahtera mendapatkan untung dengan usaha beternak burung puyuh. Namun bukannya untung didapat, malahan modal dari dana desa diduga telah amblas. 

Diketahui melalui pengelolaan usaha ternak burung puyuh di Dusun V Desa Kota Datar. Dengan modal didapatkan dari dana desa BUMDes Bina Sejahtera pun dijalankan. 

Namun hingga kini pengelolaan BUMDes Bina Sejahtera terkesan tak transparan, banyak masyarakat 

Desa Kota Datar mempertanyakan perkembangan BUMDes Bina Sejahtera yang didirikan tahun 2018 tersebut, karena diduga modal Rp 250 juta tak kelihatan. 

Pemerhati Desa AY Sastrawan menilai kalau BUMDes Bina Sejahtera Desa Kota Datar tak transparan dan mempunyai manajemen yang buruk, sehingga meragukan bakal majunya badan usaha berplat merah itu. 

"Kita mempertanyakan sudahkah rapat tahunan BUMDes Bina Sejahtera dilakukan?  Padahal musyawarah wajib tahunan untuk melaporkan pertanggungjawaban pengurus (kinerja & keuangan), mengevaluasi unit usaha, serta menyusun rencana kerja dan anggaran tahun berikutnya. Rapat ini bertujuan menjamin transparansi, akuntabilitas, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi desa," beber AY Sastrawan kepada wartawan.

Bahkan AY Sastrawan menelisik adanya persoalan intern di BUMDes Bina Sejahtera sehingga pengurus harus diseleksi kembali. 

"Saya meminta agar BPD Desa Kota Datar terus memantau sebagai perwakilan warga di Kota Datar karena itu merupakan tugas mereka," ucap AY Sastrawan. 

Penelusuran awak media mendapati salah seorang warga Desa Kota Datar yang namanya tak mau disebutkan.

"jangan burung Puyuhnya, kandang burung petelur itu pun sekarang tak diketahui keberadaannya," jelasnya.

Upaya konfirmasi wartawan kepada wakil BPD Desa Kota Datar Sahrain terkait pemeliharaan burung puyuh belum menuai hasil. (ro)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel