Demo Bantuan Banjir, Warga Jebol Pintu Gerbang Kantor Bupati Langkat
DikoNews7 -
Seribuan warga dari Kecamatan Besitang dan sekitarnya menggelar aksi demo menuntut kejelasan dan transparansi penyaluran bantuan bencana banjir yang terjadi pada Nopember 2025 lalu, dimana warga korban banjir banyak tidak mendapat bantuan seperti yang diharapkan.
Perwakilan warga sempat diterima anggota DPRD Langkat, dan bermusyawarah bersama Badan Musyawarah (Banmus) didampingi Komisi A DPRD Langkat, namun musyawarah yang seharusnya menjadi kata mufakat tidak membuahkan hasil hingga warga merasa kecewa.
Puncaknya,,,warga yang sudah terpancing emosi langsung keluar dan menggeruduk kantor Bupati Langkat, sesampai di depan gerbang pintu halaman kantor bupati, terlihat penjagaan dari pihak Polres Langkat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang coba menghadang dengan cara menutup pintu gerbang.
Tanpa di komando, warga langsung mendobrak pintu gerbang kantor Bupati Langkat, sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dan Satpol PP hingga situasi semakin memanas.
Namun jumlah warga yang begitu ramai membuat petugas keamanan kewalahan dan tak sanggup menahan tekanan hingga berhasil menjebol pintu gerbang dan warga terus masuk ke halaman kantor Bupati Langkat
Dengan penjagaan dan pengawalan pihak Polres Langkat, warga mencoba dan ingin bertemu Bupati Langkat H Syah Afandin, namun sayang harapan warga buyar karena Bupati Langkat tidak berada ditempat, terlihat kantor Bupati Langkat tutup dan sepi, dimana jendela kantor terlihat gelap ditutupi kain gorden jendela.
"Kami mau bertemu Bupati, menuntut keadilan pemerataan bantuan korban banjir, tapi saat ini Bupati tidak ditempat katanya di Jakarta, apa beliau takut untuk bertemu rakyatnya," ucap Sri salah seorang warga disambut teriakan warga lainnya.
Senada, Mala warga lainnya asal Kampung Lama Besitang mengatakan, "Sudah ada pemberitahuan jika akan ada aksi, tapi kenapa Bupati tidak ditempat, apa hal lain lebih penting dari pada rakyatnya, jangan hanya mau suara saja saat mencalonkan, tapi saat warga perlu dirinya hilang entah kemana," ucapnya kesal.
Saat warga semakin emosi karena tidak dapat bertemu Bupati untuk menyampaikan aspirasinya, tiba-tiba terdengar teriakan seorang ibu-ibu yang mengatakan jika Bupati Langkat kabur menggunakan mobil.
Sontak teriakan ini disambut warga dengan mengejar mobil yang dimaksud dari segala penjuru, hingga akhirnya mobil yang disangkakan dinaiki oleh Bupati Langkat H Syah Afandin ternyata dinaiki oleh Kadis Kominfo.
Khawatir massa berbuat anarkis merusak aset, Kabag Ops Polres Langkat Kompol Firman langsung bertindak tegas.
“Keluar semua dari lokasi. Jangan coba-coba berbuat anarkis. Keluar..! Kalau tetap memancing amarah massa lainnya, jangan salahkan saya untuk menangkap kalian. Keluar..! Bapak Bupati memang sedang berada di Jakarta. Jangan mau terprovokasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.
Mendengar hal itu, sebagian massa berbalik arah dan menghentikan aksi sweeping disekitar kantor Bupati Langkat yang terlihat sepi dan tertutup.
Namun sebagian warga merasa tidak puas dan terus merekam aksi warga memantau kantor Bupati dengan kamera handphone.
Ditengah kerumunan warga, Kasat Pol PP Dameka Putra Singarimbun dan Kabag Ops Kompol Firman, berusaha menenangkan warga dengan menelepon Bupati Langkat, melalui aplikasi video call, disini Bupati Langkat H Syah Afandin sempat menyapa dan berbicara bersama warga.
Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo didampingi PJU lainnya menjumpai warga dan mengajak massa untuk duduk dengan tertib.
“Kami dari Polres Langkat mengerti dan memahami apa yang dirasakan saudara-saudara sekalian. Saya hanya mencoba memfasilitasi permasalahan yang Bapak Ibu suarakan saat ini. Tapi mohon, jaga ketertiban dan menjaga kebersamaan. Agar semua harapan Bapak Ibu bisa diakomodir,” ujar AKBP David.
Usai bertemu Kapolres, beberapa perwakilan warga diterima Sekdakab Langkat, Amril, dan membahas tuntutan warga, bersama Kadis Sosial, Kalaksa BPBD Langkat dan Kadis Perkim.
Sementara massa lainnya terus berteriak menunggu hasil pertemuan tersebut.
Hampir 15 menit, pimpinan aksi yang mengikuti pertemuan dengan Sekda, menjelaskan jika Bapak Bupati Langkat akan segera balik ke Stabat dari Jakarta.
“Bapak Bupati Langkat akan langsung balik naik pesawat dari Jakarta, untuk menemui kita. Jadi, kita diminta untuk menunggu beliau berkisar 2 jam sampai dari Jakarta. Jadi, kita harus menunggu di Alun alun, sembari menunggu kedatangan Pak Bupati, sekalian beristirahat,” ujar koordinator aksi. (Kurnia02)
